Pergeseran Paradigma Pendidikan: Menempatkan Kesejahteraan Siswa sebagai Infrastruktur Kognitif Utama

Diedit oleh: Olga Samsonova

Krisis kesehatan mental di kalangan pelajar, yang diperparah oleh model pendidikan yang terlalu berorientasi pada kinerja dan paparan konektivitas digital yang berlebihan, mendesak adanya pergeseran strategis dalam sistem pendidikan. Prediksi mengindikasikan bahwa hingga tahun 2026, penekanan harus dialihkan untuk memprioritaskan kesejahteraan siswa sebagai fondasi kognitif esensial guna menopang pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan. Stres kronis dan kecemasan kini melanda pelajar di semua tingkatan pendidikan, memaksa institusi untuk memperluas cakupan layanan pendukung mereka secara signifikan.

Organisasi internasional, termasuk UNESCO, secara tegas menyatakan bahwa kondisi psikologis yang prima merupakan prasyarat yang memungkinkan terjadinya proses belajar, bukan sekadar faktor tambahan yang bersifat pelengkap. Pandangan ini selaras dengan kerangka kerja OECD Learning Compass 2030, yang mengusulkan penempatan konsep kesejahteraan siswa sebagai pusat orientasi pendidikan, sekaligus mendefinisikan ulang tolok ukur keberhasilan yang melampaui capaian akademis semata. Kerangka OECD Learning Compass 2030 dikembangkan melalui kolaborasi global antara pembuat kebijakan, pakar akademik, pemimpin sekolah, guru, dan siswa, bertujuan menciptakan bahasa umum tentang tujuan pendidikan masa depan.

Gangguan kognitif yang diakibatkan oleh stres kronis telah terbukti secara empiris mengganggu fungsi-fungsi inti otak yang vital untuk pembelajaran jangka panjang, seperti memori kerja dan kemampuan konsentrasi. Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol, yang pada gilirannya menurunkan neurotransmiter penting seperti serotonin dan dopamin, yang memengaruhi suasana hati dan fungsi kognitif. Mengabaikan kondisi psikologis siswa berarti secara langsung merusak infrastruktur kognitif yang dibutuhkan untuk menyerap dan mempertahankan materi pelajaran secara efektif.

Bukti ilmiah mendukung integrasi ini; meta-analisis mengenai Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) yang dilakukan oleh Durlak dan rekan-rekan mengonfirmasi bahwa implementasi keterampilan SEL secara terintegrasi menghasilkan peningkatan signifikan dalam kinerja akademik sekaligus kemampuan sosio-emosional siswa. Meta-analisis Durlak et al. tahun 2011, yang meneliti 213 program SEL universal melibatkan lebih dari 270.000 siswa, melaporkan peningkatan keterampilan sosial-emosional, sikap, perilaku, dan capaian akademik, setara dengan kenaikan 11 poin persentil dalam prestasi.

Pendekatan progresif yang telah menunjukkan keberhasilan adalah model kesejahteraan sekolah menyeluruh yang diterapkan di negara-negara Nordik, seperti Denmark, yang mengintegrasikan pengajaran formal, dukungan psikologis, dan pendidikan SEL dalam satu ekosistem. Dalam konteks ini, kesejahteraan guru juga diakui sebagai faktor pelindung krusial bagi siswa, menuntut tata kelola yang berpusat pada manusia di mana keputusan didaktik dipandu oleh pertimbangan kesejahteraan holistik. UNESCO juga menggarisbawahi pentingnya sistem kesehatan sekolah yang tangguh untuk mempromosikan kesehatan fisik dan mental siswa sebagai bagian dari strategi mereka untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

Transformasi ini menuntut perubahan tata kelola yang berpusat pada manusia, di mana pertimbangan kesejahteraan menjadi penentu utama dalam setiap pilihan didaktik dan kebijakan kurikulum. Dengan menempatkan fondasi psikologis yang kokoh, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan ketahanan emosional dan kapasitas kognitif yang diperlukan untuk menavigasi kompleksitas abad ke-21, sejalan dengan visi kerangka kerja seperti OECD Learning Compass 2030.

6 Tampilan

Sumber-sumber

  • Agenda Digitale

  • UNESCO

  • PubMed

  • OECD

  • ResearchGate

  • OECD

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.