Afrika Selatan dan Tiongkok Tandatangani Kerangka Perjanjian Kemitraan Ekonomi di Beijing
Diedit oleh: Tatyana Hurynovich
Pada 6 Februari 2026, di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Afrika Selatan dan Tiongkok secara resmi menandatangani Kerangka Perjanjian Kemitraan Ekonomi Tiongkok-Afrika (CAEPA). Penandatanganan ini merupakan puncak dari pertemuan Komisi Bersama Ekonomi dan Perdagangan (JETC), yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan, Industri dan Persaingan Usaha Afrika Selatan, Parks Tau, dan mitranya dari Tiongkok, Menteri Perdagangan Wang Wentao. Kesepakatan tersebut dirancang untuk mempererat hubungan perdagangan bilateral, di mana Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Afrika Selatan selama lebih dari 15 tahun.
CAEPA mencakup empat pilar utama kerja sama: perdagangan, investasi, energi baru, dan ranah multilateral, dengan penekanan khusus pada mekanisme perlindungan untuk kapasitas industri Afrika Selatan. Langkah strategis ini diambil saat Afrika Selatan berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor, terutama setelah pengenaan tarif 30 persen oleh Amerika Serikat pada Agustus 2025, yang merupakan mitra dagang bilateral terbesar kedua setelah Tiongkok. Menteri Tau menekankan bahwa negosiasi akan mencakup jaminan yang diperlukan untuk melindungi kapasitas industri domestik Afrika Selatan.
Sebagai tindak lanjut langsung, kedua negara berencana menyelesaikan negosiasi 'Perjanjian Panen Awal' (Early Harvest Agreement) sebelum akhir Maret 2026 untuk mengamankan keuntungan perdagangan jangka pendek, termasuk akses bebas bea bagi produk Afrika Selatan ke pasar Tiongkok. Di sektor pertanian, kesepakatan ini dilihat sebagai peluang diversifikasi pasar yang signifikan. Meskipun pasar Tiongkok adalah prioritas, produk pertanian Afrika Selatan seperti anggur dan teh rooibos sebelumnya menghadapi tarif yang relatif tinggi, seperti tarif 14-20% untuk anggur dan 12% untuk makadamia. Pada tahun 2023, ekspor pertanian Afrika Selatan hanya menyumbang sekitar 0,4 persen dari total impor pertanian Tiongkok yang mencapai US$218 miliar, menunjukkan potensi ekspansi yang besar.
Selain akses pasar, perjanjian ini secara eksplisit mendorong peningkatan investasi Tiongkok di Afrika Selatan, khususnya dalam sektor energi terbarukan dan manufaktur. Menteri Tau menyoroti peran investasi perusahaan otomotif Tiongkok, sejalan dengan dorongan Tiongkok agar perusahaan kendaraan listriknya mempertimbangkan relokasi jalur perakitan ke Afrika Selatan. Sebagai bagian dari implementasi, Tiongkok akan mengirimkan misi pembelian ke Afrika Selatan, dan Afrika Selatan dijadwalkan berpartisipasi dalam Pameran Impor Internasional Tiongkok ke-9 di Shanghai pada November 2026. Kemitraan ini juga berakar pada hubungan strategis yang lebih luas, termasuk keanggotaan bersama dalam BRICS, yang menekankan kepentingan bersama dalam memperkuat kemitraan Selatan-Selatan.
2 Tampilan
Sumber-sumber
SABC News - Breaking news, special reports, world, business, sport coverage of all South African current events. Africa's news leader.
SAnews
South African Government
SowetanLIVE
China Global South Project
CNBC Africa
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.