Dialog Cahaya Sel: Apa Kata Fisika Kuantum tentang Hakikat Manusia

Penulis: lee author

Dialog Cahaya Sel: Apa Kata Fisika Kuantum tentang Hakikat Manusia-1
Apakah kita terbuat dari cahaya?

PERTANYAAN:

Dialog Cahaya Sel: Apa Kata Fisika Kuantum tentang Hakikat Manusia-1
cahaya

Apakah tubuh kita tersusun dari foton atau partikel cahaya? Fisika kuantum saat ini menyatakan bahwa foton muncul melalui diferensiasi energi ketika elektron berpindah dari satu tingkat energi bermuatan ke tingkat yang lebih rendah, dengan molekul hidrogen dan helium sebagai contoh utamanya.

Setelah berdiskusi dengan para fisikawan, saya mendapat jawaban tegas bahwa manusia tidak terbuat dari foton. Bagaimana cara menjelaskan atau membuktikan secara ilmiah bahwa kita sebenarnya memang tersusun dari partikel cahaya?

JAWABAN lee:

Anda perlu menggeser pemahaman konsepnya, karena dalam konteks partikel, para fisikawan tersebut memang benar. Jika Anda berbicara dalam konteks fungsi gelombang, maka pengertian "cahaya" akan menjadi sedikit berbeda.

Begitu pula dengan konsep elektron, molekul, atau lebih tepatnya atom hidrogen dan helium yang akan memiliki perspektif yang jauh berbeda.

Semua definisi ini, ketika ditinjau dari sudut pandang gelombang, energi, dan informasi, akan bergeser menuju gagasan tentang cahaya yang membawa semua elemen tersebut di dalamnya.

Dalam hal ini, satu-satunya isu kritis bagi sains hanyalah persoalan massa. Di titik inilah ilmu fisika sendiri masih mengalami kendala yang cukup besar.

Bahkan, kendalanya sedemikian rupa sehingga efek gravitasi tetap tidak dapat dijelaskan secara tuntas, melainkan hanya bisa dideskripsikan sebagian saja.

Oleh sebab itu, pernyataan bahwa kita "tersusun dari cahaya" hanya bisa Anda postulasikan kepada fisikawan berdasarkan fungsi gelombang dan mekanika kuantum. Namun, karena kurangnya konsep dasar dalam sains mengenai ruang dan waktu, Anda akan terbentur pada jalan buntu "kuantisasi vakum".

Secara lebih sederhana, sains memahami cahaya hanya sebagai sesuatu yang bermanifestasi dalam bentuk partikel yang bergerak dengan kecepatan tetap. Sementara itu, yang Anda maksud dengan cahaya adalah sesuatu yang bergerak secara instan.

Di sini terjadi kontradiksi makna karena dalam sains, istilah "gerakan" dan "instan" adalah dua konsep yang tidak dapat disatukan.

Satu-satunya penjelasan yang secara formal dapat diterima saat ini adalah terowongan kuantum (quantum tunneling). Di celah inilah kita bisa "menyisipkan" konsep cahaya sebagai sesuatu yang bergerak secara tak kasat mata melalui terowongan-terowongan tersebut.

Hal ini merujuk pada tingkat "pra-cahaya" yang belum ditemukan, namun secara potensial sangat mungkin untuk ada.

Meski demikian, jawaban yang sebenarnya akan terungkap jika kita mengubah paradigma umum menuju gagasan "geometri sebagai informasi". Kemajuan sains ke arah ini pun sebenarnya sudah mulai terlihat.

Selanjutnya, bayangkanlah bahwa geometri adalah "bentuk dari cahaya", maka dari titik itulah pemahaman Anda akan mulai berkembang.

34 Tampilan

Sumber-sumber

  • Сайт автора lee

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.