Mayoritas Perusahaan Jerman Nilai Beban Pajak dan Iuran Terlalu Tinggi pada 2025

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Sebuah survei terbaru dari Ifo Institute di Munich mengungkapkan bahwa mayoritas signifikan perusahaan di Jerman pada tahun 2025 menganggap beban pajak dan iuran di Republik Federal sangat memberatkan. Temuan ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan fiskal negara dan tuntutan daya saing bisnis di pasar global.

Survei tersebut melibatkan 1.705 perusahaan yang diminta mengidentifikasi komponen fiskal yang paling menekan operasional mereka. Hasilnya menempatkan biaya tenaga kerja, diikuti oleh pajak energi dan pajak perdagangan, sebagai beban utama. Beban yang dirasakan terkait tenaga kerja sangat menonjol, dengan hampir 83% perusahaan menganggap pajak dan iuran tenaga kerja sebagai beban kuat atau sangat kuat. Ifo Institute menyimpulkan bahwa tingginya iuran tenaga kerja tidak hanya memengaruhi rumah tangga tetapi juga merusak faktor lokasi dengan menaikkan biaya tenaga kerja.

Selain itu, hampir 72% perusahaan menunjuk pajak perdagangan atau Gewerbesteuer sebagai beban utama kedua. Data ini mengindikasikan bahwa struktur biaya operasional Jerman sangat dipengaruhi oleh komponen non-upah dan pajak lokal. Secara komparatif, Ifo Institute menyatakan bahwa Jerman saat ini memiliki tarif pajak perusahaan tertinggi dan pajak serta iuran tenaga kerja tertinggi di antara negara-negara industri G7. Tarif pajak perusahaan di Jerman dilaporkan sebesar 30 persen berdasarkan data hingga 2025, sementara negara G7 lain seperti Prancis dan Italia memiliki tarif yang lebih rendah, masing-masing 25 persen. Beberapa sumber menyebutkan tarif pajak perusahaan gabungan Jerman mencapai 30,06 persen pada 2025.

Menanggapi tekanan ini, Stiftung Familienunternehmen, yang menugaskan survei Ifo, memublikasikan studi pada Agustus 2025 yang merinci tuntutan korporasi untuk meningkatkan daya saing. Dalam studi tersebut, 90% perusahaan secara eksplisit menuntut keringanan pajak atas pendapatan yang diperoleh sebagai langkah mendesak. Rainer Kirchdörfer, anggota dewan Stiftung Familienunternehmen, menggarisbawahi dampak negatif dari beban pajak tenaga kerja yang tinggi, menyatakan hal itu melumpuhkan pemberi kerja dan karyawan.

Sebagai respons terhadap temuan tersebut, ekonom Ifo Institute merumuskan rekomendasi kebijakan yang terfokus. Rekomendasi utama mencakup pengurangan pajak penghasilan di kelompok menengah, pemotongan pajak listrik untuk semua perusahaan, dan pengurangan pajak penghasilan badan atau Körperschaftsteuer yang dibayarkan oleh perusahaan modal. Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi tekanan langsung pada biaya energi dan pendapatan perusahaan.

Konteks politik menunjukkan Pemerintah Federal Jerman sedang menegosiasikan langkah-langkah dalam draf anggaran 2025 di bawah inisiatif pertumbuhannya, termasuk kemungkinan penerapan depresiasi yang dipercepat. Sentimen pesimisme ini juga tercermin dalam indikator yang lebih luas; Indeks Iklim Bisnis Ifo untuk Jerman menunjukkan pelemahan pada Desember 2025, turun menjadi 87,60 poin dari 88 poin pada bulan sebelumnya, meskipun ekspektasi masa depan masih sedikit lebih tinggi dari kondisi saat ini. Presiden Ifo, Clemens Fuest, sebelumnya telah menggarisbawahi dilema antara kebutuhan pemotongan pajak untuk mengatasi stagnasi ekonomi dan peningkatan belanja pertahanan yang signifikan, yang berpotensi menciptakan kesenjangan fiskal hingga 70 miliar euro.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • Baden online

  • DER SPIEGEL

  • klamm.de

  • FinanzNachrichten.de

  • InvestmentWeek

  • ifo Institut

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.