Mengenang Karthyayani Amma, Ikon Pembelajaran Seumur Hidup India, Wafat di Usia 101

Diedit oleh: Olga Samsonova

Mengenang Karthyayani Amma, Ikon Pembelajaran Seumur Hidup India, Wafat di Usia 101-1

Karthyayani Amma, figur inspiratif yang meraih ketenaran nasional setelah berhasil dalam ujian literasi pada usia 96 tahun, telah meninggal dunia pada usia 101 tahun. Kematiannya pada 10 Oktober 2023 di Muttom, dekat Cheppad, Alappuzha, menandai berakhirnya babak penting dalam gerakan pendidikan berkelanjutan di Kerala.

Pada tahun 2018, Amma mencapai keberhasilan fenomenal dalam program 'Aksharalaksham' yang diselenggarakan oleh Otoritas Misi Literasi Negara Bagian Kerala (KSLMA), menjadikannya peserta tertua yang berhasil meraih peringkat pertama. Ujian tersebut menguji kemampuan dasar dalam membaca, menulis, dan matematika, menyoroti dedikasi luar biasa Amma terhadap penyelesaian pendidikan formal. Perjalanan hidupnya merupakan narasi ketahanan, setelah terpaksa menghentikan sekolah formal pada usia 12 tahun karena harus bekerja sebagai buruh domestik dan penyapu kuil.

Motivasi untuk kembali belajar muncul setelah ia menyaksikan putrinya yang berusia 60 tahun menyelesaikan kursus literasi. Amma, yang merupakan ibu dari enam anak, kemudian didukung oleh cicit-cicitnya yang berusia sembilan dan dua belas tahun sebagai tutor pribadinya. Pencapaiannya pada tahun 2018, di mana ia mencetak 98 dari 100 nilai dalam ujian yang diikuti oleh lebih dari 40.000 peserta, menjadikannya ikon bagi komunitas yang terpinggirkan.

Atas kontribusinya dalam menginspirasi pembelajaran seumur hidup, Karthyayani Amma dianugerahi Nari Shakti Puraskar pada Maret 2020, penghargaan sipil tertinggi bagi seorang wanita di India, yang diserahkan oleh Presiden Ram Nath Kovind pada Hari Perempuan Internasional. Selain itu, ia juga diangkat sebagai Duta Niat Baik Commonwealth of Learning (COL) pada tahun 2019. Kisah suksesnya juga diabadikan dalam parade Hari Republik Kerala melalui barisan kereta bertema “Nari Shakti dan Tradisi Rakyat Pemberdayaan Perempuan”.

Kisah sukses Amma mencerminkan keberhasilan institusional program literasi Kerala. KSLMA, yang didirikan pada 26 Oktober 1998, telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemberantasan buta huruf, bahkan model literasi Kerala telah diarahkan oleh NITI Aayog untuk diadopsi oleh Misi Literasi Nasional (NLM) pada tahun 2019. Menteri Pendidikan saat itu, C. Raveendranath, pernah memberinya laptop untuk mendorong keinginannya mempelajari bahasa Inggris dan dunia digital.

Warisan Karthyayani Amma melampaui pencapaian akademisnya; ia menjadi simbol bahwa kemauan untuk belajar dapat mengatasi hambatan usia dan latar belakang sosial ekonomi. Semangatnya untuk terus maju tetap tinggi, bahkan sempat bercita-cita lulus ujian setara kelas sepuluh pada usia 100 tahun. Kisahnya, yang didokumentasikan dalam film dokumenter 'Barefoot Empress' oleh Vikas Khanna, terus menggemakan pesan penting mengenai pemberdayaan dan akses pendidikan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat di India.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • The Logical Indian

  • Wikipedia

  • Hindustan Times

  • The Hindu

  • Manorama Yearbook

  • Deccan Herald

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.