Jam Biologis Mendorong Riset Umur Panjang Menuju Batas 150 Tahun

Diedit oleh: Olga Samsonova

Perburuan radikal untuk memperpanjang usia manusia, yang mencapai puncaknya pada tahun 2026, sangat bergantung pada alat ukur biologis yang terukur. Longevitas kini beralih dari konsep abstrak menjadi bidang rekayasa yang dapat diukur melalui penanda molekuler. Kemajuan ini menandai pergeseran paradigma dari pengobatan reaktif terhadap penyakit menjadi pencegahan proaktif terhadap penurunan terkait usia, sebuah visi yang diusung oleh para peneliti terkemuka di bidang biogerontologi.

Alat ukur utama dalam upaya ini adalah jam biologis epigenetik yang dikembangkan oleh biogerontolog Steve Horvath, yang mengukur usia melalui pola metilasi DNA. Horvath, yang kini menjabat sebagai peneliti utama di Altos Labs Cambridge Institute of Science, telah memelopori alat ini sejak penemuan jam pan-jaringan pertamanya pada tahun 2013. Ia secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa rentang hidup hingga 150 tahun dapat dicapai melalui intervensi yang tepat. Horvath bergabung dengan Altos Labs karena lingkungan kolaboratifnya yang kondusif untuk fase penelitian berikutnya: menggunakan jam epigenetik untuk mengidentifikasi intervensi anti-penuaan yang inovatif.

Jam-jam ini, termasuk GrimAge yang terkenal, memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur secara kuantitatif proses penuaan dan memverifikasi efektivitas teknik peremajaan sel. Metrik generasi kedua dan ketiga terus menyempurnakan pengukuran ini, dengan DunedinPACE menjadi inovasi penting yang berfungsi sebagai 'speedometer' untuk laju penuaan, bukan sekadar ukuran usia pada satu titik waktu. DunedinPACE dikembangkan dari analisis longitudinal 19 biomarker integritas sistem organ yang diukur pada peserta Studi Dunedin pada usia 26, 32, 38, dan 45 tahun, memberikan pengukuran laju penuaan yang lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh penyakit jangka pendek.

Meskipun jam biologis mengukur penuaan secara kuantitatif, fokus klinis mendesak saat ini adalah menerjemahkan data ini menjadi protokol terbukti untuk meningkatkan rentang hidup sehat. Penelitian dari uji coba DO-HEALTH yang melibatkan 777 orang dewasa lanjut usia di Swiss menunjukkan korelasi kuat antara faktor gaya hidup dan pembacaan usia biologis yang lebih rendah. Analisis pasca-hoc dari uji coba tiga tahun tersebut, yang dipublikasikan di Nature Aging, menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 saja dapat memperlambat jam DNAm seperti PhenoAge, GrimAge2, dan DunedinPACE.

Lebih lanjut, efek perlambatan penuaan ini bersifat aditif ketika omega-3 dikombinasikan dengan asupan Vitamin D 2.000 IU per hari dan program latihan kekuatan di rumah. Temuan dari uji coba DO-HEALTH, yang melibatkan peneliti dari Harvard University dan Columbia University, menyoroti bahwa intervensi gaya hidup dapat memengaruhi penanda molekuler penuaan. Secara spesifik, suplementasi omega-3 (1 gram per hari) terbukti memperlambat penuaan biologis sekitar 3 bulan selama periode tiga tahun. Kombinasi omega-3, vitamin D, dan olahraga menghasilkan manfaat tambahan yang signifikan, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan pengurangan risiko kematian prematur sebesar 39% dan penurunan risiko kanker sebesar 61% pada kelompok tersebut. Steve Horvath mencatat bahwa asupan sayuran memiliki efek kuat pada GrimAge, meskipun mekanisme molekuler pastinya masih menjadi misteri ilmiah.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • The Star

  • Doctor Trusted

  • Perplexity

  • WIRED Health

  • PMWC Precision Medicine World Conference

  • UNILAD

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.