Kecerdasan Buatan UGM-AICare Atasi Kesenjangan Akses Kesehatan Mental Indonesia

Diedit oleh: Olga Samsonova

Layanan psikologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) semakin menonjol perannya dalam perawatan kesehatan mental, khususnya untuk mengatasi disparitas akses terhadap dukungan profesional di Indonesia. Data menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, hanya sekitar 40% dari total Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia yang menyediakan layanan kesehatan jiwa, meskipun pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 50% pada tahun 2025. Kesenjangan ini sangat terasa di wilayah terpencil dan di luar Pulau Jawa, menggarisbawahi tantangan sistemik dalam penyediaan layanan kesehatan mental.

Giga Hidjrika Aura Adkhy, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi penggagas utama di balik 'UGM-AICare' dengan fitur utama bernama 'Aika'. Inspirasi pengembangan solusi AI ini muncul pada tahun 2024 saat Giga mengikuti program pertukaran pelajar di University of Liverpool, Inggris. Di sana, ia mengamati kemudahan akses layanan psikolog kampus melalui percakapan teks, sebuah kontras tajam dengan situasi di Indonesia yang memiliki keterbatasan jumlah psikolog dibandingkan populasi mahasiswa. Motivasi utama Giga adalah memastikan mahasiswa dapat memperoleh layanan kesehatan mental yang layak.

Inovasi UGM-AICare (Aika) meraih pengakuan internasional dengan memenangkan Juara Pertama kategori Play Track pada ajang EDU Chain Hackathon tahun 2025, yang memiliki total hadiah pool mencapai 250 ribu dolar AS. Aika dirancang sebagai agen AI yang lebih otonom daripada chatbot LLM generatif konvensional, memungkinkan interaksi tekstual yang meniru percakapan dengan teman sungguhan. Sistem ini menjalankan proses awal yang menyerupai asesmen psikolog, menganalisis keluhan pengguna untuk memberikan tindak lanjut terstruktur, mulai dari saran mandiri hingga eskalasi.

Fungsi inti Aika adalah sebagai penyaring awal dan pemberi bantuan dini, menyederhanakan alur check-in, triage, escalation, dan insights dengan tata kelola human-in-the-loop. Untuk kasus ringan, Aika menawarkan saran swadaya, seperti teknik pernapasan. Namun, apabila sistem mendeteksi kebutuhan intervensi profesional, Aika akan segera menghubungkan pengguna dengan psikolog manusia, sambil memastikan kerahasiaan data dan deteksi dini masalah. Giga menekankan bahwa Aika berfungsi sebagai jembatan penghubung yang lebih cepat dan terarah, yang juga dapat memantau kondisi pengguna pascakonseling melalui pengingat surel.

Kebutuhan akan solusi semacam ini mendesak, mengingat data menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja di Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental, namun hanya 2,6% yang memanfaatkan fasilitas kesehatan mental yang tersedia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengapresiasi perluasan layanan kesehatan mental berbasis web sebagai cara mengatasi keterbatasan akses dan stigma. Dengan mengintegrasikan AI sebagai lapisan awal layanan, hambatan psikologis seperti rasa malu diharapkan berkurang, sejalan dengan rekomendasi WHO untuk mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke dalam sistem pelayanan primer.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • Tribun Jogja

  • Inspiratif, Mahasiswa UGM Bikin Inovasi Layanan Psikologi Berbasis AI

  • Inovasi Mahasiswa UGM untuk Kesehatan Mental Raih Pengakuan Internasional

  • AI Summit 2026 UGM: AI Berpotensi Perluas Akses untuk Penyandang Disabilitas

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.