Aktivasi Memori Terarah Selama Tidur Tingkatkan Pemecahan Masalah

Diedit oleh: Olga Samsonova

Penelitian psikologi dari Northwestern University menyajikan bukti empiris bahwa periode tidur memainkan peran aktif dalam reorganisasi kognitif yang dapat memicu solusi mendadak untuk masalah yang belum terpecahkan.

Para ilmuwan memanfaatkan teknik yang disebut Targeted Memory Reactivation (TMR), sebuah metode yang telah digunakan sejak publikasi tahun 2009 di jurnal Science, untuk memanipulasi konten mimpi partisipan. Teknik TMR melibatkan pengaitan isyarat sensorik, seperti suara tertentu, dengan materi pembelajaran atau masalah yang dihadapi saat sadar. Dalam eksperimen yang dirancang untuk menguji hipotesis ini, para peneliti Northwestern mengasosiasikan teka-teki yang belum terpecahkan dengan suara spesifik pada malam hari sebelum partisipan tidur.

Selama fase tidur, khususnya saat tidur REM—fase yang diyakini sangat kondusif untuk solusi kreatif—isyarat suara yang dikaitkan dengan teka-teki diputar secara diam-diam. Para peneliti memastikan isyarat hanya disajikan ketika terdapat verifikasi elektrofisiologis bahwa partisipan benar-benar tertidur, sehingga meminimalkan gangguan yang tidak disengaja. Teknik ini terbukti memengaruhi isi mimpi, mendorong pemrosesan informasi yang relevan dengan masalah yang belum terselesaikan.

Hasil studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah setelah intervensi tidur yang ditargetkan ini. Secara kuantitatif, 42% dari tugas-tugas yang muncul dalam mimpi berhasil dipecahkan oleh partisipan, berbanding terbalik dengan tingkat keberhasilan 17% untuk tugas-tugas yang tidak muncul dalam episode tidur mereka. Salah satu studi awal yang melibatkan 57 partisipan menunjukkan bahwa mereka memecahkan 31,7% teka-teki yang diberi isyarat saat tidur, dibandingkan dengan 20,5% untuk teka-teki yang tidak diberi isyarat, yang merepresentasikan peningkatan sebesar 55%.

Temuan ini menegaskan bahwa memanipulasi pemrosesan memori selama tidur dapat memfasilitasi pemecahan masalah, mendukung peran tidur dalam inkubasi masalah. Para peneliti dari Northwestern, termasuk Kristin E. G. Sanders, Samuel Osburn, Ken A. Paller, dan Mark Beeman, memajukan pemahaman tentang bagaimana tidur dapat dimanfaatkan untuk tujuan kognitif yang lebih tinggi. Implikasi dari temuan ini meluas ke ranah pengembangan potensi mental, menunjukkan bahwa proses yang secara tradisional dianggap tidak disengaja dapat dimodulasi secara sistematis.

6 Tampilan

Sumber-sumber

  • Mignews

  • Northwestern Now

  • GeneOnline AI

  • The Debrief

  • Earth.com

  • About - Ken Paller

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.