Presiden Zelenskyy Undang Putin ke Kyiv untuk Perundingan Damai, Tolak Lokasi di Rusia dan Belarus

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka menyampaikan undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri perundingan damai di Kyiv pada tanggal 30 Januari 2026. Sikap tegas ini merupakan penegasan kembali posisi Ukraina mengenai lokasi dialog tingkat tinggi, menolak usulan Moskow atau Belarus sebagai tempat pertemuan.

Zelenskyy secara eksplisit menyatakan, "Saya secara terbuka mengundangnya, jika dia berani," untuk datang ke ibu kota Ukraina guna membahas penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun. Penolakan terhadap lokasi di Rusia atau negara yang dianggap sebagai mitra agresi tersebut menggarisbawahi tuntutan kedaulatan Ukraina dalam setiap proses diplomatik.

Inti dari perkembangan diplomatik ini adalah penetapan prasyarat oleh Presiden Zelenskyy untuk melanjutkan upaya perundingan damai yang sedang berlangsung, yang sebelumnya telah dimediasi oleh Amerika Serikat di Abu Dhabi. Pertemuan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 22 hingga 24 Januari 2026 dinilai sebagai langkah krusial dalam mendorong kemajuan, meskipun belum menghasilkan kesepakatan konkret mengenai isu-isu sensitif. Pembicaraan lanjutan, yang bersifat bilateral dan trilateral, dijadwalkan kembali pada 1 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, sebelumnya telah mengindikasikan kesiapan Zelenskyy untuk membahas isu paling sensitif secara langsung dengan Putin, mengesampingkan pertemuan paralel dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Dua isu utama yang masih menjadi batu sandungan dalam rencana perdamaian 20 poin yang dibahas sejak November adalah status teritorial dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang kini dikuasai Rusia.

Perkembangan ini terjadi di tengah konteks historis di mana Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan penghentian serangan timbal balik terhadap infrastruktur energi, menunjukkan adanya upaya mediasi yang intensif dari Washington. Mengenai wilayah, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa tidak ada kesepakatan yang tercapai karena tuntutan Rusia mencakup perubahan integritas teritorial Ukraina. Salah satu solusi potensial yang sempat didiskusikan adalah mempertahankan posisi pasukan saat ini, yang oleh Zelenskyy dianggap sebagai "solusi paling tidak bermasalah," meskipun negosiasi mengenai wilayah masih jauh dari kata selesai.

Lebih lanjut, Zelenskyy menyoroti hambatan substantif lainnya, termasuk penghentian pertukaran tahanan oleh pihak Rusia. Di sisi lain, Rusia, melalui penasihat presiden Yuri Ushakov, sempat menyatakan kesediaan untuk bertemu Putin di Moskow dengan jaminan keamanan penuh, sebuah tawaran yang ditolak oleh Kyiv. Meskipun pejabat AS menggambarkan suasana perundingan di Abu Dhabi sebagai "positif dan penuh optimisme," perbedaan mendasar mengenai kedaulatan dan wilayah tetap menjadi tantangan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan.

19 Tampilan

Sumber-sumber

  • Radio Televizija BN

  • Interfax-Ukraine

  • UNITED24 Media

  • Anadolu Agency

  • AFP via Getty Images

  • Wikipedia

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.