Pakar Soroti Peran Makanan Fermentasi dalam Kesehatan Mikrobioma dan Imunitas Usus
Diedit oleh: Olga Samsonova
Konsumsi makanan fermentasi, seperti susu asam, diakui oleh para pakar kuliner sebagai kontributor signifikan bagi kesehatan mikrobioma usus. Chef Vladislav Penov, seorang figur dalam diskusi ini, menekankan bahwa wawasan modern kini mengonfirmasi manfaat kesehatan yang melekat pada praktik kuno fermentasi, meskipun proses tersebut telah dilakukan secara turun-temurun tanpa pemahaman ilmiah sebelumnya. Fokus utama, menurut Penov, seharusnya terletak pada kualitas intrinsik makanan yang difermentasi, menyoroti nilai aditif dari proses biokimia tersebut, bukan semata-mata pada ketiadaan mikroba berbahaya.
Keterkaitan antara kesehatan pencernaan dan pertahanan tubuh didukung oleh data fisiologis yang menunjukkan bahwa sekitar tujuh puluh persen dari sistem kekebalan manusia bersemayam di dalam saluran pencernaan. Penelitian lebih lanjut mengindikasikan bahwa sekitar 70 hingga 80% sel imun tubuh berada di jaringan usus, menjadikannya pusat kendali kekebalan terhadap berbagai ancaman eksternal. Oleh karena itu, kondisi saluran cerna yang optimal, yang didukung oleh asupan makanan fermentasi secara teratur, menjadi krusial untuk menjaga kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.
Keseimbangan mikrobiota usus, yang diperkuat oleh probiotik dari makanan fermentasi, sangat penting untuk melatih sistem imun agar merespons secara tepat. Susu asam secara spesifik disorot sebagai sumber unik dari probiotik bermanfaat, yang juga kaya akan nutrisi penting seperti Vitamin C, K, kalsium, dan fosfor. Proses fermentasi susu menjadi produk seperti yoghurt atau kefir memecah laktosa menjadi asam laktat, sehingga lebih mudah dicerna, bahkan bagi individu dengan intoleransi laktosa. Selain itu, teknik pengolahan kuno ini meningkatkan bioavailabilitas mineral seperti kalsium dan magnesium, menjadikannya lebih mudah diserap oleh tubuh.
Para ahli memberikan penekanan penting mengenai perlunya konsumsi makanan fermentasi dalam takaran yang moderat. Penambahan yang konsisten dalam jumlah kecil ke dalam diet harian dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem usus, sejalan dengan pandangan bahwa keragaman pola makan yang seimbang sangat penting untuk mendukung mikrobioma yang sehat. Selain probiotik, makanan fermentasi juga dapat mengandung prebiotik, yaitu serat yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik.
Secara historis, fermentasi merupakan solusi cerdas masyarakat pedesaan untuk mengawetkan hasil panen berlimpah sebelum teknologi pendingin tersedia, terlihat dari tempe, tape, oncom, dan tauco dalam khazanah kuliner Nusantara. Kini, kebangkitan minat terhadap kesehatan telah mendorong inovasi, di mana teknik tradisional ini diadopsi dalam hidangan gourmet dan pengembangan varian produk baru, seperti kombucha berbahan dasar rempah lokal. Warisan teknik pengolahan kuno ini, yang didukung oleh wawasan ilmiah mengenai peran bakteri baik dalam melawan patogen dan mengatur metabolisme energi, memastikan relevansinya dalam sistem pangan berkelanjutan masa depan.
15 Tampilan
Sumber-sumber
Az-jenata.bg
Actualno.com
Blitz.bg (позоваващ се на Bulgaria ON AIR)
Българска национална телевизия - BNT
Paragraph21.com
Nosugar.bg
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
