Semua orang merasakan panasnya di Melbourne.
Australian Open Menangguhkan Pertandingan Lapangan Terbuka Akibat Suhu 40 Derajat Celsius
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Turnamen tenis bergengsi Australian Open di Melbourne memberlakukan Kebijakan Panas Ekstrem pada hari Sabtu, 24 Januari, setelah suhu udara melonjak hingga mencapai puncak prediksi 40 derajat Celsius. Kondisi panas ekstrem ini memaksa otoritas turnamen menangguhkan semua pertandingan di lapangan luar pada sore hari, sebuah tindakan yang diambil untuk menjamin keselamatan para atlet.
Melbourne meleleh di awal gelombang panas yang sangat menyengat, dengan suhu begitu tinggi sehingga pertandingan tenis di Australian Open dibatalkan.
Protokol yang diterapkan adalah Skala Stres Panas AO (AO Heat Stress Scale), sebuah sistem penilaian dari 1 hingga 5 yang dikembangkan melalui kolaborasi penelitian antara Tennis Australia dan Universitas Sydney sejak tahun 2019. Skala ini menggantikan kebijakan sebelumnya yang menggunakan Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT), dengan kini memperhitungkan suhu udara, panas radiasi matahari, kelembapan, dan kecepatan angin untuk menentukan tingkat risiko. Ketika indeks mencapai Level 5, seperti yang terjadi pada hari tersebut, penangguhan permainan di lapangan luar menjadi otomatis, dan wasit turnamen memiliki wewenang penuh untuk melakukan intervensi.
Sebagai respons langsung terhadap Level 5, atap stadion utama di Melbourne Park, termasuk Rod Laver Arena, segera ditutup untuk memblokir radiasi matahari yang intens dan menyediakan lingkungan yang lebih stabil bagi para pemain. Keputusan penutupan atap juga diterapkan pada Margaret Court Arena dan John Cain Arena, memastikan perlindungan di fasilitas utama. Salah satu pertandingan yang terdampak adalah laga juara bertahan Jannik Sinner melawan petenis Amerika Serikat, Eliot Spizzirri, di mana Sinner dilaporkan mengalami kram parah di set ketiga sebelum penangguhan.
Sinner menyatakan bahwa penutupan atap yang dilakukan pada sekitar pukul 14.30 waktu setempat memberikan jendela pemulihan penting, memungkinkannya untuk memulihkan kondisi fisik dan akhirnya memenangkan pertandingan dalam empat set dengan skor akhir 3-1. Pernyataan resmi mengenai situasi darurat tersebut dirilis melalui media sosial pada pukul 14.36. Kebijakan panas ekstrem Australian Open telah berevolusi sejak pertama kali diresmikan pada tahun 1998, dengan penyesuaian signifikan terjadi setelah beberapa hari bersuhu di atas 40 derajat Celsius pada tahun 2014, yang mendorong peningkatan ambang batas pada tahun 2015.
Keputusan akhir mengenai penangguhan atau penutupan atap sepenuhnya berada di tangan Wasit Turnamen, yang secara berkelanjutan memantau pengukuran HSS di seluruh area Melbourne Park. Kondisi cuaca ekstrem pada hari ketujuh turnamen ini menyoroti tantangan yang dihadapi penyelenggara Grand Slam yang diadakan di puncak musim panas Australia. Meskipun Rod Laver Arena telah dilengkapi atap yang dapat ditarik sejak tahun 1988, implementasi kebijakan panas tetap menjadi fokus manajemen untuk menjamin kompetisi yang adil dan aman bagi semua partisipan.
Sumber-sumber
eNCAnews
Fox Sports Australia
The Guardian
Mint
The Guardian
Australian Open
