Naluri Purba: Alasan Anjing Memutar Badan Sebelum Berbaring
Diedit oleh: Olga Samsonova
Pemilik anjing kerap menyaksikan sahabat berkaki empat mereka memutar beberapa kali sebelum merebahkan diri, baik di atas perabotan empuk maupun lantai keras. Perilaku umum yang telah dikonfirmasi oleh spesialis perilaku kanin ini bukanlah sekadar kebiasaan unik, melainkan jejak yang tertanam kuat dari naluri bertahan hidup dan kenyamanan yang diwariskan secara evolusioner.
Tindakan memutar ini merupakan warisan langsung dari leluhur anjing di alam liar, seperti serigala, yang secara naluriah perlu mempersiapkan area peristirahatan mereka di lingkungan alami yang penuh tantangan. Dalam konteks alam liar, gerakan memutar memiliki fungsi krusial yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan fisik. Serigala dan anjing liar dahulu kala akan menginjak-injak vegetasi untuk menciptakan permukaan yang lebih rata dan lembut untuk tidur, sekaligus menyingkirkan benda-benda tajam seperti duri atau serangga yang mungkin bersembunyi. Selain itu, putaran tersebut berfungsi sebagai pemindaian lingkungan cepat untuk mendeteksi potensi predator atau ancaman tersembunyi, memastikan posisi tidur yang paling strategis. Beberapa ahli biologi satwa liar bahkan menduga bahwa serigala akan memposisikan diri menghadap arah datangnya angin agar dapat mencium aroma pemangsa sebelum mereka terdeteksi.
Penelitian yang dilakukan pada 62 anjing peliharaan menunjukkan korelasi antara ketidakrataan permukaan dan intensitas perilaku memutar. Pada permukaan yang halus dan rata, hanya sekitar satu dari lima anjing yang melakukan putaran penuh, namun pada permukaan yang tidak rata, hampir separuh dari anjing tersebut menunjukkan gerakan memutar sebelum beristirahat. Hal ini mengindikasikan bahwa dorongan untuk 'menciptakan sarang virtual' demi rasa aman tetap aktif, meskipun anjing modern tidur di atas karpet atau tempat tidur yang nyaman. Ritual ini, yang terkadang juga melibatkan sedikit menggali atau menyodok permukaan, adalah manifestasi dari kebutuhan genetik untuk mengamankan area tidur.
Selain aspek keamanan, perilaku memutar juga diduga berperan dalam regulasi suhu tubuh dan penandaan wilayah. Bagi anjing yang harus beristirahat di lingkungan bersuhu dingin, seperti salju, gerakan memutar sering dikombinasikan dengan menggali untuk menciptakan isolasi termal. Lebih lanjut, beberapa pakar perilaku anjing berpendapat bahwa melalui gerakan memutar tersebut, anjing meninggalkan tanda aroma dari kelenjar yang terletak di bantalan cakar mereka. Tanda aroma ini berfungsi sebagai penanda teritorial informal yang mengomunikasikan kepada anjing lain bahwa area tersebut telah diklaim dan aman.
Meskipun sebagian besar anjing menunjukkan ritual ini sebagai kepatuhan bawah sadar terhadap protokol evolusioner yang telah terinternalisasi, intensitas dan frekuensinya dapat bervariasi secara signifikan. Variasi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia anjing, tingkat kecemasan yang dialami, serta jenis permukaan yang akan digunakan untuk berbaring. Stanley Coren, seorang pengamat dan penulis buku tentang anjing peliharaan asal Amerika Serikat, turut mengamati perilaku umum ini. Meskipun demikian, pemilik harus waspada jika putaran menjadi berlebihan, disertai kegelisahan yang ekstrem, atau jika anjing menunjukkan kesulitan untuk berbaring; kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan mendasar, seperti nyeri sendi atau kecemasan klinis, yang memerlukan evaluasi lebih lanjut dari dokter hewan. Dr Karena Sueda, DVM dari VCA West Los Angeles Animal Hospital, menggarisbawahi bahwa ritual ini adalah kebiasaan yang diturunkan dari masa anjing hidup di alam liar.
10 Tampilan
Sumber-sumber
O Antagonista
Correio Braziliense
Revista Oeste
Meu Doguinho
Amigo Bicho
O Antagonista
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
