Vaksin Kanker mRNA Personal Pertama Diberikan kepada Anjing, Membuka Era Baru Pengobatan

Diedit oleh: Olga Samsonova

Sebuah tonggak sejarah signifikan tercapai dalam kedokteran hewan dengan pemberian vaksin kanker mRNA yang sepenuhnya dipersonalisasi kepada Rosie, seekor anjing campuran Staffordshire Bull Terrier yang didiagnosis menderita kanker sel mast stadium akhir. Inisiatif terobosan ini dipimpin oleh ilmuwan data Paul Conyngham, yang mengambil langkah tersebut setelah pengobatan konvensional gagal mengendalikan perkembangan penyakit yang mengancam jiwa tersebut.

Rosie, yang didiagnosis pada tahun 2024, sebelumnya telah menjalani operasi dan kemoterapi, namun tumor yang tumbuh di kakinya terus kembali dan membesar hingga seukuran bola tenis. Proyek perintis ini memanfaatkan komputasi canggih untuk merancang terapi yang sangat spesifik, sebuah proses yang dimulai dengan sekuensing genom tumor Rosie di Pusat Genomik Ramaciotti di University of New South Wales (UNSW). Biaya sekuensing DNA tersebut diperkirakan mencapai sekitar A$3.000. Conyngham, seorang konsultan AI dengan 17 tahun pengalaman dalam pembelajaran mesin, kemudian menggunakan alat kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan AlphaFold dari Google DeepMind, untuk menganalisis data genetik tersebut.

Langkah krusial dalam pengembangan melibatkan identifikasi neoantigen—protein mutan yang paling mungkin memicu respons imun yang kuat—melalui algoritma pembelajaran mesin milik Conyngham dan pemodelan struktur protein 3D menggunakan AlphaFold. Protokol sekuensing mRNA yang dihasilkan kemudian diserahkan kepada tim Profesor Pall Thordarson di Institut RNA UNSW. Profesor Thordarson, seorang ahli dalam nanomedisina dan kimia sintetik, bertanggung jawab mensintesis vaksin nanopartikel mRNA yang dipersonalisasi tersebut, sebuah proses yang diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan. Tindakan ini menandai pertama kalinya vaksin kanker mRNA yang sepenuhnya personal dirancang untuk seekor anjing.

Protokol yang telah disintesis diberikan kepada Rosie di Queensland, di bawah pengawasan Profesor Rachel Allavena dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Queensland, yang merupakan satu-satunya peneliti hewan di Australia dengan persetujuan etis yang berlaku untuk eksperimen semacam itu. Dosis pertama diberikan pada Desember 2025, diikuti dengan dosis penguat pada Februari 2026, dan dosis ketiga dijadwalkan pada minggu 15 Maret 2026. Proses persetujuan regulasi untuk prosedur ini sendiri memakan waktu tiga bulan, dengan Conyngham mendedikasikan waktu untuk menyelesaikan dokumen setebal 100 halaman.

Hasil awal yang dilaporkan pada Maret 2026 menunjukkan bahwa salah satu tumor utama Rosie menyusut sekitar 75%, dan kondisinya secara keseluruhan membaik secara dramatis. Peningkatan energi Rosie, yang ditandai dengan kemampuannya untuk melompat pagar lagi, memberikan indikasi nyata potensi keberhasilan pendekatan yang sangat individual ini. Para ilmuwan menekankan bahwa ini adalah studi kasus tunggal dan bukan merupakan bukti klinis definitif untuk penyembuhan total, karena Rosie masih membawa sisa kanker. Namun, terobosan ini, yang dikategorikan sebagai 'sains warga' oleh para peneliti UNSW, menunjukkan bahwa pengobatan personalisasi berbasis mRNA dapat sangat efektif dalam jangka waktu yang sensitif, membuka spekulasi tentang bagaimana teknik serupa dapat mempercepat pengembangan terapi kanker yang dipersonalisasi untuk manusia di masa depan.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • Semana.com Últimas Noticias de Colombia y el Mundo

  • Logos Press

  • UNSW Newsroom

  • Mint

  • TheStreet

  • Hindustan Times

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.