Sorotan Beralih ke Utara: Hokkaido Semakin Populer di Kalangan Pelancong Jepang
Diedit oleh: Irina Davgaleva
Sementara Tokyo dan Kyoto secara tradisional mendominasi peta pariwisata Jepang, kini terjadi pergeseran menarik yang mengarahkan para penjelajah ke utara, menuju bentangan vulkanik liar di Hokkaido. Para pelancong semakin mendambakan ruang terbuka dan pengalaman otentik, menjauhi rute-rute selatan yang sudah mapan. Pulau utara ini menawarkan kontras yang menyegarkan, menggantikan kepadatan perkotaan dengan alam liar yang luas dan menenangkan.
Hokkaido, Japan
Hokkaido, yang mencakup sekitar 20% luas wilayah Jepang namun hanya dihuni oleh 5% populasi, menyajikan peluang eksplorasi lanskap alam yang relatif masih perawan. Daya tarik utama pulau ini terletak pada komitmennya terhadap konservasi alam, di mana fokus pengalaman berpusat pada lingkungan itu sendiri, bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat wisata populer. Wilayah ini mempertahankan aura misteri, menolak formula pariwisata standar, yang sangat menarik bagi mereka yang mendambakan penjelajahan lebih mendalam. Danau-danau yang jernih serta pemandangan yang terhampar luas mengingatkan pengunjung pada tujuan hakiki dari perjalanan: mencari ruang dan makna.
Pulau utara ini adalah surga bagi penggemar aktivitas luar ruangan, menawarkan alam yang belum terjamah, lintasan ski kelas dunia, dan budaya asli suku Ainu yang unik. Untuk memadukan kenyamanan dengan imersi alam, Hoshino Resorts TOMAMU terletak di atas lahan seluas ratusan hektar hutan, menyediakan akomodasi yang dirancang untuk mengaburkan batas antara ruang interior dan eksterior. Resor seluas sekitar 1000 hektar ini beroperasi sepanjang tahun. Layanan kulinernya menekankan pada pasokan lokal, dengan menu yang mencakup hidangan khas regional seperti keju artisan dan daging sapi wagyu premium, memastikan dukungan langsung kepada komunitas pertanian di sekitarnya.
Salah satu atraksi yang paling memukau adalah UNKAI Terrace, tempat pengunjung dapat naik gondola untuk menyaksikan matahari terbit di atas lautan awan. Terasa seperti berada di atas cakrawala, teras ini, yang didirikan pada tahun 2006, terletak pada ketinggian 1088 meter di atas permukaan laut dan sejak pembukaannya telah menyambut lebih dari 1,78 juta wisatawan. Jalur Cloud Round menawarkan dek gantung yang memberikan sensasi melayang di antara bumi dan langit; jalur ini biasanya buka selama musim hijau hingga pertengahan Oktober, dengan rencana musim 2025 dibuka hingga 14 Oktober. Para petualang dapat melanjutkan perjalanan untuk menikmati pemandangan panorama lembah secara penuh 360 derajat.
Tidak jauh dari sana, Danau Shikotso menawarkan tur berpemandu oleh pemandu lokal yang berbagi wawasan mendalam tentang area tersebut. Tur pagi memberikan kesempatan untuk melihat Pika Hokkaido, mamalia kecil yang dianggap sebagai relik hidup dari Zaman Es. Tur-tur ini memberikan konteks ekologi unik kawasan tersebut, yang juga merupakan habitat bagi beruang cokelat dan rusa.
Hokkaido juga menghadapi tantangan dalam hubungannya dengan satwa liar, terutama peningkatan insiden pertemuan dengan beruang di desa-desa lokal. Di wilayah Shimukappu, para ahli berupaya mendorong koeksistensi yang seimbang, memandang beruang sebagai tetangga. Beruang cokelat Hokkaido, kerabat dekat grizzly Amerika Utara, merupakan subspesies besar. Profesor Sato Yoshikazu dari Universitas Rakuno di Ebetsu telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun untuk mempelajari ekologi beruang. Pihak berwenang berupaya menerapkan strategi baru; misalnya, di kota Naie, para pemburu dipekerjakan dengan tarif 10.300 yen per hari untuk berpatroli, meskipun minat terhadap pekerjaan ini rendah karena risiko yang melekat.
32 Tampilan
Sumber-sumber
Travel And Tour World
The Northern Alternative: How Hokkaido Is Redefining The Japanese Travel Experience Through Nature And Coexistence
Hokkaido: When Japan means more than Tokyo and Kyoto - Tuoi tre news
Hoshino Resorts Tomamu - Unkai Terrace - Must-See, Access, Hours & Price
Lake Shikaribetsu: Crystal clear waters and peeping pikas | Hokkaido Treasure
Japan Deploys Military After Record Number of Bear Attacks in 2025 - YouTube
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
