Dialog Mandiri Memperkuat Fungsi Kognitif dan Pengaturan Emosi

Diedit oleh: Olga Samsonova

Psikologi kontemporer kini memandang tindakan berbicara kepada diri sendiri secara lantang, yang dikenal sebagai ujaran pribadi atau private speech, bukan sebagai indikasi ketidakseimbangan mental, melainkan sebagai manifestasi alami dari dialog yang diarahkan pada diri sendiri. Pandangan ini menempatkan perilaku tersebut sebagai mekanisme kognitif esensial, jauh dari stigma negatif masa lalu. Tindakan verbalisasi internal ini mengemban fungsi krusial dalam menyusun pemikiran, memfasilitasi proses pengambilan keputusan, dan mengatur keadaan emosional, yang secara kolektif meningkatkan kapabilitas kognitif seperti daya ingat dan tingkat konsentrasi seseorang.

Verbalisasi instruksi spesifik, misalnya saat mengikuti langkah-langkah dalam resep masakan, terbukti secara empiris membantu dalam menguatkan fiksasi informasi di dalam memori jangka panjang. Selain itu, riset ilmiah menunjukkan bahwa tindakan menyebutkan nama objek secara lantang secara signifikan mempercepat proses pencarian visual dan penentuan lokasi objek dalam lingkungan sekitar. Psikologi kognitif mengonfirmasi bahwa pengucapan keras mendukung fungsi memori kerja (working memory) dan memberikan struktur pada informasi yang sedang diproses, sebuah mekanisme yang dapat meredam kecemasan saat individu dihadapkan pada tugas-tugas yang menuntut beban kognitif tinggi.

Meskipun perilaku ini sangat lazim teramati dalam tahapan perkembangan masa kanak-kanak, orang dewasa secara aktif memanfaatkan strategi ini untuk keperluan penalaran kompleks dan penyeimbangan emosi, khususnya ketika berada di bawah tekanan kognitif yang intens. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli seperti Ethan Kross dari University of Michigan, direktur Laboratorium Pengendalian Diri dan Emosi, menemukan bahwa individu yang berbicara pada diri sendiri sebelum menghadapi presentasi atau rapat penting cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dan lebih jarang mengalami keraguan diri atau gangguan kecemasan. Fenomena ini terjadi karena ketika seseorang memposisikan diri seolah-olah melihat diri mereka dari luar, mereka dapat melakukan penilaian diri secara lebih objektif.

Lebih lanjut, dialog internal ini berperan dalam manajemen emosi dan stres. Studi menunjukkan bahwa self-talk positif adalah intervensi kognitif yang efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan, bahkan pada populasi khusus seperti lansia penderita hipertensi, sebagaimana dibuktikan dalam penelitian yang melibatkan partisipan berusia 66 hingga 79 tahun. Teknik positive self-talk mendorong individu untuk mengidentifikasi situasi yang mengancam, pikiran negatif, respons emosional, dan fisik, kemudian mengubah pikiran negatif menjadi positif melalui dialog internal yang terstruktur. Penelitian yang menelaah literatur selama sepuluh tahun terakhir menggarisbawahi bahwa self-talk membantu dalam membentuk narasi internal yang lebih positif, yang merupakan salah satu strategi intervensi psikologis aplikatif untuk mengelola distorsi kognitif.

Dalam konteks peningkatan performa, penelitian yang mengamati atlet, seperti siswa sekolah yang menekuni lempar lembing oleh Dagrou, Gauvin, dan Halliwell pada tahun 1992, menyimpulkan bahwa performa meningkat ketika verbalisasi positif melalui self-talk digunakan. Dalam ranah organisasi, studi oleh Manz (1983, 1986) mengemukakan potensi self-talk sebagai alat yang memengaruhi diri sendiri (self-influenced) untuk meningkatkan efektivitas personal pekerja dan manajer, sejalan dengan argumen Weick (1979) mengenai relevansi strategi kognisi dalam organisasi. Dengan demikian, dialog yang diucapkan secara sadar ini merupakan strategi kognitif universal yang terbukti secara ilmiah mendukung fungsi memori, mempercepat identifikasi objek, menstrukturkan penalaran yang rumit, dan memberikan dukungan emosional yang vital, secara efektif menepis anggapan lama mengenai asosiasinya dengan gangguan kejiwaan.

11 Tampilan

Sumber-sumber

  • PULZO

  • Infobae

  • Heraldo de Aragón

  • Infobae

  • Diario Occidente

  • YouTube

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.