Pergeseran Gugus Tempur Kapal Induk AS ke CENTCOM di Tengah Eskalasi Ketegangan Iran
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Pentagon telah mengumumkan pergeseran signifikan dalam penempatan aset militer Amerika Serikat, memindahkan gugus tugas kapal induk dari wilayah Laut China Selatan menuju zona tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) yang meliputi Timur Tengah. Manuver militer ini, yang melibatkan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan gugus tempurnya, terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026, sebagai respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Perkiraan waktu transit untuk gugus tempur ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu, dengan beberapa laporan menyebutkan durasi hingga sepuluh hari. Wilayah CENTCOM yang menjadi tujuan mencakup lebih dari 4 juta mil persegi, membentang di Afrika Timur Laut, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan, serta menaungi 21 negara, termasuk Iran, Irak, dan Afghanistan.
Langkah strategis ini terjadi bersamaan dengan gejolak internal yang parah di Iran, yang telah berkecamuk sejak akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi yang ditandai dengan inflasi tinggi dan depresiasi nilai tukar rial yang mencapai rekor terendah, sekitar 1,45 juta terhadap 1 USD pada Desember 2025. Protes yang awalnya dipicu oleh kenaikan harga pangan dan kesulitan ekonomi ini telah berkembang menjadi tantangan domestik terbesar bagi Republik Islam tersebut sejak kerusuhan tahun 2022–2023. Dalam konteks diplomatik, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Kamis, 15 Januari 2026, sementara Presiden Donald Trump telah mengeluarkan pernyataan keras pada 13 Januari 2026.
Selain pergeseran kapal induk, terjadi pula penarikan personel secara preventif dari beberapa pangkalan di Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang oleh seorang diplomat AS digambarkan sebagai 'perubahan postur'. Ketegangan diplomatik semakin tajam dengan adanya laporan mengenai korban jiwa dalam penindakan internal di Iran. Kelompok berbasis di AS, HRANA, memperkirakan setidaknya 2.003 kematian, dengan sekitar 1.850 di antaranya adalah demonstran, dan mencatat 16.784 orang telah ditahan. Angka ini berbeda signifikan dengan klaim pejabat Iran yang menyebutkan korban jiwa berada di kisaran 'ratusan', sementara laporan lain menyebut total korban mencapai sekitar 2.000 orang.
Presiden Trump, dalam wawancara pada 13 Januari 2026, mengancam akan mengambil 'tindakan yang sangat keras' jika eksekusi terhadap para demonstran benar-benar terjadi, meskipun ia kemudian menyatakan telah mendengar dari 'sumber yang sangat kredibel' bahwa rencana eksekusi telah dibatalkan. Sebagai respons, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa isu hukuman gantung 'tidak ada dalam agenda' dan menegaskan bahwa perubahan kebijakan adalah 'di luar pertanyaan'.
Konteks yang lebih luas menunjukkan bahwa Amerika Serikat telah menerapkan kebijakan 'Tekanan Maksimum 2.0', termasuk pengenaan tarif impor sebesar 25 persen bagi negara mana pun yang berdagang dengan Iran, yang diumumkan oleh Trump pada 12 Januari 2026. Pemerintah Iran, melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta, menuding pernyataan provokatif dari Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperkeruh situasi dan melanggar prinsip hukum internasional mengenai kedaulatan. Selain itu, Iran sempat memberlakukan penutupan parsial wilayah udaranya, yang berlangsung sekitar lima jam pada 15 Januari, memicu kekhawatiran akan eskalasi militer lebih lanjut, meskipun otoritas AS menyebut penarikan personel adalah langkah pencegahan.
Pergerakan USS Abraham Lincoln ini menandai pergeseran substansial dalam postur militer AS di kawasan yang sedang bergejolak, sebuah teater yang secara historis dijaga oleh kehadiran kapal induk sebagai instrumen pencegahan utama. Keputusan ini menyoroti tingkat risiko yang dipersepsikan tinggi di wilayah CENTCOM di tengah pergolakan domestik Iran dan ancaman intervensi eksternal.
24 Tampilan
Sumber-sumber
REPUBLIKA
ANI News
DAWN.COM
The Guardian
Amu TV
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
