Inovasi Ganda: Spesialis AT&T Asal India Raih Dua Paten AS untuk Sistem Tanya Jawab dan Deteksi Penipuan Daring

Diedit oleh: Svetlana Velgush

Seorang pakar asal India yang bekerja untuk raksasa telekomunikasi AT&T, Japesh Sharath Reddy, baru-baru ini mencatatkan prestasi membanggakan. Ia berhasil mengamankan dua paten terpisah dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada akhir tahun 2024 hingga awal 2025. Penghargaan ini secara tegas menggarisbawahi kontribusi signifikan Reddy dalam dua bidang krusial: pencarian informasi cerdas dan keamanan siber.

Perlu dicatat, AT&T sendiri memiliki warisan inovasi yang panjang, berakar sejak penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Perusahaan ini sangat proaktif dalam melindungi kekayaan intelektualnya. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2024, AT&T memfokuskan sekitar 99% dari total pengajuan paten mereka dan 97% dari paten yang berhasil diterbitkan berada di wilayah Amerika Serikat.

Paten pertama, yang secara resmi tertanggal 10 Desember 2024, berfokus pada pengembangan sistem tanya jawab (Q&A) hibrida. Sistem ini memanfaatkan model graf pengetahuan (knowledge graph) untuk menstrukturkan data secara lebih terorganisir. Graf pengetahuan ini menjadi fondasi penting bagi berbagai sistem kecerdasan buatan, termasuk mesin pencari dan aplikasi Q&A, memungkinkan ekstraksi serta pemrosesan data kompleks menjadi jauh lebih efisien.

Struktur grafis semacam ini, terutama yang dibangun berdasarkan data paten, memiliki kemampuan luar biasa untuk mengagregasi fakta-fakta penting. Hal ini sangat mendukung proses penalaran logis dan pencarian solusi dalam konteks permasalahan teknik yang rumit. Kemampuan menyusun informasi secara terstruktur ini adalah kunci kemajuan teknologi saat ini.

Sementara itu, paten kedua, yang diterbitkan pada 4 Maret 2025, membahas metodologi baru untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara daring. Deteksi ini dilakukan melalui analisis mendalam terhadap pola perilaku pengguna. Pendekatan berbasis pembelajaran mesin (machine learning) ini memungkinkan identifikasi anomali yang sering kali luput dari pengawasan analisis tradisional yang hanya mengandalkan aturan baku yang kaku.

Dalam konteks keamanan finansial, analisis pola perilaku—termasuk jenis transaksi dan ambang batas moneter—telah terbukti sangat efektif. Beberapa model yang diterapkan dilaporkan mencapai tingkat akurasi di atas 94% dalam mengidentifikasi potensi penipuan. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman perilaku pengguna dalam menjaga keamanan digital.

Japesh Sharath Reddy, yang berasal dari desa Alugunur di wilayah Korporasi Kota Karimnagar, menunjukkan produktivitas penemuan yang sangat beragam dalam kurun waktu yang relatif singkat. Karyanya di AT&T, di mana perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 600 model AI dan machine learning, menyoroti betapa vitalnya kekayaan intelektual dalam industri telekomunikasi modern. AT&T sendiri menempati peringkat keenam di antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berdasarkan jumlah paten di bidang AI, sambil gencar mengintegrasikan AI generatif untuk menangani set data yang sangat kompleks.

Inovasi dalam pendeteksian penipuan yang mengandalkan analisis pola perilaku ini sejalan dengan tren industri secara umum. Sistem yang berorientasi pada model perilaku mampu mengidentifikasi ancaman baru secara otomatis tanpa perlu terus-menerus menyusun aturan baru. Mendapatkan dua paten dalam rentang waktu singkat di dua domain yang berbeda namun saling berkaitan—yaitu strukturisasi informasi dan keamanan berbasis perilaku—adalah bukti nyata keahlian teknis Reddy yang mendalam. Prestasi ini mengukuhkan nilai formal dari hasil karyanya, karena USPTO telah mengakui kebaruan dan kegunaan penemuan tersebut dalam konteks perkembangan layanan berbasis data dan AI.

24 Tampilan

Sumber-sumber

  • The Hans India

  • The Hans India

  • ACL Anthology

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.