Tiongkok Melakukan Dua Peluncuran Orbital Beruntun di Awal 2026

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Long March-2C

Republik Rakyat Tiongkok memperlihatkan peningkatan signifikan dalam frekuensi aktivitas antariksa pada awal tahun 2026 melalui dua peluncuran orbital yang berurutan dalam rentang waktu dua hari. Misi pertama terjadi pada 14 Januari 2026, ketika roket Long March 2C diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan pada pukul 12:01 siang Waktu Standar Tiongkok (CST). Sehari kemudian, pada 15 Januari 2026, sebuah peluncuran komersial menyusul menggunakan roket Ceres-1S Y7 dari platform laut Defu 15001. Kecepatan operasional yang tinggi ini mengindikasikan upaya Tiongkok untuk mencapai target ambisius melampaui 100 total peluncuran orbital pada tahun 2026, melanjutkan tren peningkatan yang terlihat sejak 2019.

Ceres-1

Peluncuran Long March 2C pada 14 Januari berhasil menempatkan Satelit Penginderaan Jauh Aljazair-3A (AlSat-3A) ke orbit yang telah ditentukan. Satelit ini merupakan hasil pengembangan antara China Academy of Space Technology (CAST) dan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) untuk Badan Antariksa Aljazair (ASAL). AlSat-3A dirancang untuk mendukung perencanaan tata guna lahan dan sistem pencegahan bencana di Aljazair, sejalan dengan kontrak Juli 2023 untuk dua satelit optik. Keberhasilan ini juga menandai misi pertama dalam kerangka Rencana Kerja Sama Strategis Tiongkok-Aljazair kedua untuk periode 2022-2026. Peluncuran ini dihadiri oleh pejabat tinggi dari Kementerian Pertahanan Nasional Aljazair, termasuk Jenderal Said Chengriha, yang menegaskan peran Tiongkok sebagai penyedia solusi antariksa terintegrasi.

Sementara itu, misi komersial pada 15 Januari menggunakan Ceres-1S Y7, yang merupakan penerbangan ke-23 untuk keluarga roket Ceres-1 dan keenam kalinya diluncurkan dari laut. Roket buatan perusahaan swasta Galactic Energy ini berhasil menyisipkan empat satelit untuk konstelasi Internet-of-Things (IoT) Tianqi ke dalam orbit setinggi 850 km. Misi ini penting karena menandai kembalinya Ceres-1 ke jalur penerbangan sukses setelah kegagalan sebelumnya pada November 2025. Satelit Tianqi, yang dikembangkan oleh operator swasta Guodian Gaoke, membawa total jaringan Tianqi menjadi 41 satelit, yang diklaim telah mencapai cakupan global.

Secara kontekstual, kedua peluncuran ini merupakan upaya orbital ketiga dan keempat Tiongkok pada tahun 2026, menyusul dua misi Long March sebelumnya. Roket Ceres-1 adalah kendaraan peluncuran berbahan bakar padat empat tahap dengan tinggi sekitar 19 meter, mampu membawa beban hingga 400 kg ke orbit Bumi rendah (LEO). Rangkaian keberhasilan beruntun ini, yang menggabungkan kapabilitas peluncuran berat milik negara dengan kematangan operasional penyedia layanan komersial seperti Galactic Energy, memperkuat posisi Tiongkok dalam persaingan teknologi antariksa global seiring dengan proyek ambisius lainnya seperti pendaratan berawak di Bulan sekitar tahun 2030.

15 Tampilan

Sumber-sumber

  • SpaceNews

  • Chinadaily.com.cn

  • CGTN

  • AL24 News

  • Space.com

  • Chinadaily.com.cn

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.