Studi Cambridge Petakan Dasar Genetik Emosi Anjing Golden Retriever dan Manusia
Diedit oleh: Olga Samsonova
Sebuah studi baru oleh para ilmuwan di Universitas Cambridge telah mengidentifikasi dasar genetik yang mengatur temperamen pada anjing Golden Retriever, menyoroti korelasi antara penanda genetik ras tersebut dan spektrum emosi manusia. Penelitian ini melibatkan analisis genom dari sekitar 1.300 ekor Golden Retriever, di mana para peneliti membandingkan penanda genetik spesifik dengan penilaian perilaku yang dilaporkan oleh pemilik anjing.
Upaya komprehensif ini bertujuan memetakan hubungan antara komposisi genetik dan manifestasi perilaku pada ras anjing populer tersebut. Analisis genetik berhasil mengidentifikasi serangkaian gen yang secara signifikan memengaruhi sifat-sifat seperti tingkat ketakutan, kecenderungan agresif, dan kemampuan untuk dilatih. Lebih lanjut, ditemukan bahwa dua belas dari gen yang teridentifikasi ini juga memainkan peran mendasar dalam mengatur sifat perilaku dan emosi pada populasi manusia.
Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS, mengindikasikan adanya warisan genetik bersama yang membentuk perilaku antara spesies anjing dan manusia. Penelitian sebelumnya, termasuk studi oleh Universitas Princeton dan Universitas Negeri Oregon, telah mengonfirmasi adanya perubahan genetik pada anjing yang terkait dengan perilaku sosial manusia, memperkuat gagasan koneksi evolusioner ini.
Sebagai contoh spesifik, gen yang disebut PTPN1 terbukti terkait dengan tingkat agresi pada Retriever. Variasi pada gen yang sama ini juga dikaitkan dengan kondisi pada manusia seperti depresi dan tingkat kecerdasan. Selain itu, sebuah variasi genetik lain yang berkorelasi dengan kecenderungan anjing untuk merasa takut ditemukan memengaruhi kecenderungan manusia untuk mengalami kekhawatiran yang berlebihan.
Penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai asal-usul perilaku, menunjukkan bahwa beberapa manifestasi kesulitan atau 'perilaku buruk' pada anjing mungkin memiliki predisposisi genetik yang kuat. Hal ini seharusnya mendorong peningkatan empati dan pemahaman dari pemilik hewan peliharaan. Studi tentang terapi gen pada hewan menunjukkan potensi intervensi biologis, meskipun penerapannya pada manusia memerlukan penelitian lebih lanjut.
Penelitian dari Cambridge ini secara fundamental menantang pandangan bahwa perilaku anjing semata-mata dibentuk oleh lingkungan atau pelatihan. Dengan mengidentifikasi penanda genetik spesifik, para peneliti membuka jalan bagi pemahaman yang lebih bernuansa mengenai kesejahteraan hewan dan mendorong pengembangan strategi penanganan perilaku yang lebih berbasis ilmu pengetahuan. Hasil ini menegaskan bahwa koneksi antara anjing dan manusia memiliki dasar biologis yang dalam dan kompleks.
Sumber-sumber
Eurasia Review
PNAS
Institute of Metabolic Science - University of Cambridge
Golden Retriever Lifetime Study 2025 Outcomes & Impact | Morris Animal Foundation
Daniel Mills (biologist) - Wikipedia
University of Cambridge, Cambridge | Cam | Department of Physiology, Development and Neuroscience | Research profile - ResearchGate
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
