Gaya Hidup Tentukan Umur Panjang Sehat, Melampaui Warisan Genetik

Diedit oleh: Olga Samsonova

Peningkatan harapan hidup secara global merupakan fenomena yang patut dicatat, dengan wilayah seperti Catalonia melaporkan lebih dari 3.000 penduduk berusia seabad, menggandakan jumlah tersebut sejak dekade 1980-an. Fokus studi penuaan kini bergeser dari sekadar memperpanjang rentang waktu hidup menjadi memastikan bahwa tahun-tahun tambahan tersebut diisi dengan kualitas hidup dan kondisi fisik yang prima. Meskipun faktor genetik telah lama dianggap sebagai penentu utama, penelitian terkini mengindikasikan bahwa lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari memegang peranan yang jauh lebih signifikan.

Sebuah studi dari jurnal Nature Medicine, yang menganalisis data dari UK Biobank, menemukan bahwa faktor lingkungan dan gaya hidup menyumbang sekitar 17% terhadap umur panjang, sementara kontribusi genetika kurang dari 2% pada beberapa temuan, menegaskan dampak pilihan individu yang lebih besar daripada warisan keturunan. Para geriatris dan peneliti menyoroti lima kebiasaan fundamental yang dianggap krusial untuk mencapai penuaan optimal pada tahun 2026, sebagai respons terhadap kesenjangan antara harapan hidup total dan harapan hidup dalam kondisi sehat.

Pilar utama adalah kepatuhan pada pola makan Mediterania, yang ditandai dengan konsumsi tinggi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan lemak sehat seperti minyak zaitun, sambil membatasi daging merah dan makanan olahan. Pola makan ini terbukti secara ilmiah dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular serta mencegah penurunan fungsi kognitif. Kebiasaan kedua yang ditekankan adalah integrasi pergerakan harian, di mana aktivitas berkelanjutan seperti berjalan kaki lebih diutamakan daripada olahraga formal, sejalan dengan pola hidup penduduk di kawasan 'Blue Zones' seperti Okinawa, Jepang, yang sering melakukan aktivitas fisik ringan rutin, contohnya senam ringan 'radio taiso'. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mayoritas centenarian tidak pernah merokok; sebuah studi menemukan 83,8% dari mereka tidak pernah merokok.

Aspek ketiga yang vital adalah pemenuhan tidur berkualitas selama 7 hingga 8 jam setiap malam, yang berperan dalam memperlambat penuaan seluler dan mendukung pembersihan limbah otak. Sebaliknya, penelitian yang melibatkan lebih dari 27.000 orang dewasa di Inggris menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat membuat otak tampak jauh lebih tua dari usia kronologisnya, bahkan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Gangguan tidur kronis, seperti insomnia, dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia yang setara dengan penuaan otak selama 3,5 tahun lebih cepat dalam beberapa temuan.

Selanjutnya, menjaga ikatan sosial yang kuat merupakan kebiasaan keempat yang terbukti secara empiris. Studi dari Brigham Young University menggarisbawahi bahwa hubungan sosial yang erat dapat memperpanjang harapan hidup, sementara isolasi sosial terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker. Konsep ini sangat ditekankan di Blue Zones, di mana komunitas yang erat dan rasa memiliki tujuan hidup yang jelas, seperti 'Ikigai' di Okinawa, berkontribusi pada kesehatan mental dan fisik yang lebih baik. Terakhir, optimalisasi lingkungan, seperti memilih ruang hijau dan udara bersih, sangat memengaruhi hasil akhir kesehatan.

Secara historis, peningkatan rata-rata rentang hidup manusia selama berabad-abad—seperti peningkatan harapan hidup di Indonesia sejak 1971 hingga melampaui 60 tahun pada tahun 2000-an—sebagian besar didorong oleh perbaikan lingkungan seperti akses air bersih, nutrisi, dan perawatan medis. Pada akhirnya, pencapaian umur panjang yang sukses dan berkualitas tinggi sangat bergantung pada pilihan gaya hidup individu yang secara proaktif meningkatkan kualitas tahun-tahun yang telah ditambahkan.

12 Tampilan

Sumber-sumber

  • LaVanguardia

  • Articles by Juan Manuel Pérez Castejón - Hospital Clínic Barcelona

  • The Healthy Aging Warning: Spain's Life Expectancy Challenge in 2026

  • Centenarians by Country 2026 - World Population Review

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.