Kekuatan Genggaman Tangan: Indikator Vital untuk Kesehatan dan Harapan Hidup

Diedit oleh: Olga Samsonova

Kekuatan genggaman tangan telah diakui secara global sebagai penanda penting yang mencerminkan potensi untuk hidup lebih lama dan lebih sehat, khususnya bagi populasi di atas usia 50 tahun. Kekuatan cengkeraman maksimal ini berfungsi sebagai biomarker yang andal, merefleksikan kondisi kesehatan menyeluruh dan usia biologis seseorang.

Penelitian yang melibatkan lebih dari setengah juta peserta di Inggris, berusia 40 hingga 69 tahun antara tahun 2007 hingga 2010, menunjukkan korelasi kuat antara kekuatan genggaman dan berbagai risiko kesehatan di masa depan. Studi di Inggris mengindikasikan bahwa setiap penurunan lima kilogram dalam kekuatan genggaman meningkatkan kemungkinan kematian dini dari semua penyebab sebesar 20 persen untuk perempuan dan 16 persen untuk laki-laki. Secara lebih luas, studi yang melibatkan 140.000 partisipan di 17 negara menemukan bahwa penurunan risiko kematian kardiovaskular sebesar 17 persen terjadi untuk setiap peningkatan lima kilogram kekuatan genggaman tangan, yang diukur menggunakan dinamometer genggam. Pengukuran ini bahkan dapat menjadi prediktor risiko kematian yang lebih akurat dibandingkan dengan tekanan darah sistolik.

Kekuatan genggaman yang lemah secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kondisi kerapuhan (frailty), serta potensi risiko kanker yang lebih tinggi. Selain itu, cengkeraman yang rendah berhubungan dengan penurunan kesehatan sistem neuromuskular, yang termanifestasi dalam waktu reaksi yang lebih lambat dan peningkatan risiko jatuh pada lansia. Kapasitas fungsional yang menopang kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, seperti membuka wadah atau membawa belanjaan, sangat bergantung pada kekuatan genggaman yang memadai.

Secara fisiologis, kekuatan genggaman tangan yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan volume aliran darah yang lebih tinggi dari jantung dan otot jantung yang lebih sehat. Untuk meningkatkan indikator vital ini, aktivitas fisik terbukti efektif. Olahraga yang melibatkan gerakan mengayun, seperti tenis dan pickleball, secara efisien dapat meningkatkan baik kekuatan maupun daya tahan genggaman pada orang dewasa yang lebih tua. Pickleball, yang memadukan elemen tenis lapangan, badminton, dan tenis meja, adalah olahraga berdampak rendah yang juga bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.

Untuk strategi peningkatan yang aman dan terpersonalisasi, termasuk program latihan resistensi yang ditargetkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan Fisiolog Latihan Terakreditasi. Mereka dapat memberikan penilaian yang disesuaikan dengan kondisi individu, mengingat faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan dapat memengaruhi nilai kekuatan genggaman secara signifikan. Mempertahankan kekuatan genggaman sejak usia muda merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang fundamental untuk menopang aktivitas harian dan mempertahankan kemandirian di masa depan.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • The Senior

  • Vertex AI Search

  • Vertex AI Search

  • Vertex AI Search

  • Able Care

  • UCLA Health

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.