Penelitian Psikologi Mengidentifikasi Kecemasan Terselubung di Balik Sifat Positif
Diedit oleh: Olga Samsonova
Penelitian psikologi semakin menyoroti fenomena di mana kondisi kecemasan dan stres sering kali tersembunyi di balik perilaku yang secara sosial dianggap kebajikan, seperti keramahan berlebihan dan tingkat tanggung jawab yang tinggi. Fenomena ini, yang kadang disebut sebagai Masking Anxiety, terjadi ketika individu secara aktif menyembunyikan gejala gangguan mental mereka agar dapat berfungsi normal dalam interaksi sosial sehari-hari. Sifat-sifat yang tampak positif ini dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang kompleks untuk menutupi kesulitan internal yang sedang dialami seseorang.
Psikolog Ángela Fernández, yang aktif membagikan wawasannya melalui platform digital, telah mengidentifikasi tiga ciri kepribadian spesifik yang sering menyertai individu yang berjuang melawan kecemasan. Fernández menekankan bahwa pengenalan sadar terhadap pola-pola ini sangat krusial untuk manajemen kesehatan mental yang efektif, melampaui fokus semata pada penyebab emosional atau biologis belaka. Ia juga menyoroti bahwa seringkali, bukan tuntutan harian yang menyebabkan kelelahan, melainkan beban emosi yang belum terproses dengan baik.
Salah satu ciri utama yang diidentifikasi adalah Tuntutan Diri yang Berlebihan, yang termanifestasi sebagai perfeksionisme. Perfeksionisme ini sering berakar dari pengalaman masa kecil di mana penghargaan dikaitkan erat dengan pencapaian, mengubah dorongan motivasi menjadi beban harian yang destruktif. Dalam konteks kepribadian yang lebih luas, kecenderungan ini dapat berhubungan dengan dimensi Conscientiousness dalam model Big Five, namun ketika ekstrem, ia menjadi sumber kecemasan. Para profesional menyarankan untuk melatih fleksibilitas kognitif dan secara aktif menerima ketidaksempurnaan sebagai langkah kontra terhadap kritik diri yang merusak ini.
Ciri kedua adalah Keramahan yang Berlebihan (Over-Kindness), di mana seseorang secara konsisten menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri, yang berujung pada kesulitan menetapkan batasan pribadi dan kelebihan beban emosional. Keterampilan untuk menolak permintaan tanpa dibebani rasa bersalah merupakan elemen fundamental dalam upaya memulihkan keseimbangan emosional individu tersebut. Selanjutnya, Reaktivitas Emosional Tinggi atau Neuroticism merupakan dimensi kepribadian di mana individu mengalami emosi negatif dengan intensitas yang sangat tinggi, memberikan respons berlebihan bahkan terhadap kemunduran kecil.
Neuroticism adalah salah satu dari lima faktor dalam Five Factor Model (FFM) kepribadian. Penelitian oleh Dwita Darmawati, SE., M.Si., dari Universitas Gadjah Mada, menunjukkan bahwa komposisi kepribadian neuroticism dalam kelompok kerja berpengaruh positif terhadap asimetri konflik tugas, mengindikasikan ketidakstabilan dalam regulasi emosi saat menghadapi pengalaman negatif. Mengembangkan rutinitas yang menenangkan dan mempraktikkan welas asih terhadap diri sendiri dapat membantu mengatur sistem saraf yang sensitif ini.
Pengenalan terhadap pola-pola terselubung ini memungkinkan pergeseran paradigma dalam penanganan kesehatan mental. Psikolog David H. Rosmarin dari Harvard Medical School menyatakan bahwa kecemasan, ketika dihadapi bukan dihindari, dapat memunculkan sisi positif seperti empati yang lebih besar dan penerimaan diri yang lebih luas. Mengelola kecemasan melalui dialog internal yang positif, seperti menyarankan pada diri sendiri 'Saya bisa merasakan ini dan tetap melangkah maju', adalah strategi penting yang ditekankan oleh Ángela Fernández untuk regulasi emosi. Pemahaman mendalam terhadap bagaimana sifat-sifat yang dihargai masyarakat dapat menyembunyikan kerentanan internal menjadi langkah awal menuju pemulihan dan kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan.
12 Tampilan
Sumber-sumber
HERALDO
El Confidencial
ElMon
Men's Health
AS.com - Diario AS
Lecturas
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
