Ketahanan Budaya Ayacucho Ditandai Dwibahasa dan Karnaval di Tengah Modernitas

Diedit oleh: Vera Mo

Identitas Ayacucho pada tahun 2026 berakar pada warisan kuno dan adaptasinya terhadap perubahan sosial dan budaya kontemporer, sebagaimana disoroti oleh penelitian terkini. Wilayah Ayacucho, yang pernah menjadi pusat budaya Wari, menunjukkan ketahanan signifikan dalam menghadapi tantangan sejarah dan modernisasi. Salah satu manifestasi utama dari ketahanan ini adalah dwibahasa, yaitu koeksistensi sehari-hari antara bahasa Quechua dan Spanyol yang terlihat jelas dalam musik, seni, dan perayaan populer di kawasan tersebut.

Sosiolog dan jurnalis Carlos Pérez Sáez menggarisbawahi bahwa dualitas linguistik ini merupakan sumber kekayaan budaya yang substansial. Ia mencatat bahwa bahasa Quechua, khususnya varietas Ayacucho yang pada tahun 2000 memiliki sekitar 918.200 penutur, telah memperoleh kembali vitalitasnya sebagai penegasan identitas yang kuat di hadapan modernitas. Studi mengenai ketahanan wanita Quechua pasca-konflik di Ayacucho, wilayah yang paling terdampak konflik bersenjata Peru antara tahun 1980 hingga 2000, juga menyoroti identitas budaya sebagai indikator ketahanan lokal yang penting.

Transformasi kota Ayacucho dipengaruhi oleh pertumbuhan demografis yang signifikan, terutama setelah periode kekerasan politik pada tahun 1980-an dan 1990-an. Migrasi paksa dari populasi pedesaan secara substansial mengubah lanskap perkotaan dan budaya, memicu pembentukan lingkungan permukiman baru di mana keluarga membawa serta tradisi komunitas mereka. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketahanan wanita Quechua terkait dengan partisipasi mereka dalam asosiasi sipil, yang mencerminkan upaya kolektif untuk pemulihan sosial di wilayah tersebut.

Proses penemuan kembali identitas ini terwujud secara nyata dalam perayaan Karnaval Ayacucho, yang tetap menjadi ruang vital untuk afirmasi budaya meskipun telah mengalami profesionalisasi dan komersialisasi. Karnaval tersebut, yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bangsa sejak Desember 2003 melalui Resolusi Direktur Nasional 866, telah bertransformasi dari perayaan terbatas menjadi festival berskala kota yang masif dan beragam. Untuk tahun 2026, jadwal resmi Karnaval Ayacucho ditetapkan berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 Februari, mencakup acara penting seperti Parade Kelompok Tradisional Ayacucho (Paseo de Comparsas Tradicionales Ayacuchanas).

Kegiatan sentral dijadwalkan pada 14 hingga 17 Februari, dengan lebih dari 200 comparsas yang akan berpartisipasi melintasi rute baru di Avenida Mariscal Cáceres untuk penilaian resmi, sebuah upaya yang bertujuan memperkuat identitas huamanguina tanpa perubahan drastis. Festival ini, yang juga memberikan penghormatan kepada Pachamama atau 'Bumi Ibu', terus menjadi panggung di mana Ayacucho menegaskan kembali jati dirinya dan kemampuannya untuk berinovasi tanpa melepaskan akarnya, melambangkan kebanggaan budaya dan perlawanan hidup di Peru kontemporer.

1 Tampilan

Sumber-sumber

  • Inforegion

  • Diario Pro & Contra

  • Avantaje.ro - Ghidul complet al femeii moderne

  • RacoCatalà

  • HYTIMES.PE

  • Turismo en Ayacucho

  • YouTube

  • El Búho.pe

  • Infobae Perú

  • HYTIMES.PE

  • Jornada

  • Turismo en Ayacucho

  • Red de Medios Regionales del Perú

  • UNESCO

  • Stirile ProTV

  • Adevarul

  • HotNews.ro

  • Aleph News

  • Antena 3 CNN

  • El Diario CV

  • Poblet.info: Inici

  • Informe Poblet 2024 | Poblet.info

  • comunicació21

  • YouTube | Poblet.info | La referència del valencià a les xarxes

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.