UEA: Membangun Masa Depan Mobilitas Cerdas dan Mikro-mobilitas Secara Strategis

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Uni Emirat Arab (UEA) secara konsisten memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam sistem mobilitas cerdas dan terintegrasi. Negara ini tidak hanya mengandalkan jaringan jalan raya, metro, dan trem yang sudah mapan, tetapi juga mengintegrasikan solusi mutakhir seperti taksi udara, kereta gantung, dan layanan penyewaan skuter listrik. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk menciptakan infrastruktur mobilitas masa depan yang utuh, memastikan konektivitas yang pragmatis dan mulus antara pusat-pusat transportasi publik dengan kawasan komersial, layanan, dan hunian utama.

Implementasi layanan penyewaan skuter listrik dipermudah melalui aplikasi seluler. Setiap perjalanan dapat diaktifkan menggunakan kode QR unik, yang menjamin kemudahan memulai perjalanan dan kontrol yang efektif. Dalam kerangka strategi visioner ini, UEA sangat terbuka bagi perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi di sektor ini. Pemerintah menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk pengoperasian moda transportasi baru yang aman. Komunitas bisnis menunjukkan respons positif terhadap inisiatif ini, berupaya melokalkan dan menskalakan solusi transportasi inovatif tersebut.

Salah satu kisah sukses yang menonjol di kawasan ini adalah perusahaan Careem, yang didirikan di Dubai pada tahun 2012. Perusahaan ini menjadi contoh cemerlang pertumbuhan teknologi di Timur Tengah, terutama setelah diakuisisi oleh Uber pada tahun 2019 senilai sekitar 3,1 miliar dolar AS. Akuisisi ini semakin mengukuhkan Dubai sebagai pusat inovasi. Sementara itu, perusahaan Emirat, Arnab Mobility, memposisikan dirinya sebagai platform berbagi kendaraan listrik ringan, dengan tujuan mengintegrasikan jaringan transportasi global cerdas di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di Abu Dhabi, regulasi untuk skuter listrik dimulai melalui proyek percontohan pada tahun 2019. Hingga tahun 2023, jumlah zona berlisensi telah mencapai delapan area. Emirat ini berencana memperluas jaringan jalur sepeda mereka hingga melebihi 3.000 kilometer pada tahun 2026, sejalan dengan upaya mempromosikan gaya hidup sehat. Sektor transportasi ibu kota menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan; Otoritas Transportasi memaparkan visi sistem transportasi otonom untuk tahun 2025, dan pemerintah sedang mencari investor senilai 3 miliar dolar AS untuk sektor transportasi.

Sementara itu, di Dubai, fase operasional pertama untuk skuter listrik diluncurkan di 10 distrik pada tahun 2022. Layanan ini mencatatkan lebih dari satu juta perjalanan terdaftar dalam setahun tanpa insiden besar. Pada tahun 2024, Pemerintah Dubai menyetujui rencana lima tahun untuk pengembangan infrastruktur jalan internal periode 2025–2029, yang akan mencakup 12 distrik. Selain itu, Dubai menargetkan seperempat dari total arus lalu lintas beralih ke mode otonom pada tahun 2030. Menurut estimasi Kristina Tantsyura dari SKY Consulting Group, langkah ini berpotensi menghasilkan dampak ekonomi tahunan sebesar 5,9 miliar dolar AS. Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai (RTA) juga telah memperkenalkan sistem transportasi otonom inovatif bernama Floc Duo. Kecepatan maksimum untuk skuter listrik di Dubai dan Abu Dhabi dibatasi pada 20 km/jam.

Pada kuartal ketiga tahun 2025, RTA mengalokasikan 390 km jalur khusus untuk skuter listrik, mencakup titik-titik penting seperti Sheikh Mohammed bin Rashid Boulevard dan Dubai Internet City. Langkah-langkah ini menegaskan pendekatan komprehensif UEA terhadap mobilitas perkotaan masa depan, yang menggabungkan pengembangan infrastruktur fisik dengan integrasi teknologi canggih serta kerangka regulasi yang jelas.

11 Tampilan

Sumber-sumber

  • صحيفة الاتحاد

  • صحيفة الخليج

  • Visit Abu Dhabi

  • وكالة أنباء الإمارات

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.