Hasil Proyek Penghijauan Terbesar Dunia Sejak 1978: Tepi Gurun Berubah Menjadi Penyerap Karbon Berkelanjutan

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Hasil Proyek Penghijauan Terbesar Dunia Sejak 1978: Tepi Gurun Berubah Menjadi Penyerap Karbon Berkelanjutan-1

Gambar ini bersifat ilustratif dan berfungsi sebagai latar belakang umum topik.

Citra satelit yang diperoleh pada tanggal 11 September 2025 telah mengungkapkan sebuah fenomena luar biasa di Gurun Takla Makan, yang terletak di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, Tiongkok. Terlihat sebuah formasi besar berbentuk huruf "Y" yang terdefinisi dengan sangat jelas di tengah lanskap yang dulunya gersang. Elemen lanskap yang mencolok ini merupakan hasil langsung dari upaya penghijauan selama puluhan tahun yang secara khusus dirancang untuk mentransformasi wilayah yang sebelumnya tidak produktif menjadi area yang lebih hijau.

Gurun Takla Makan, yang membentang di area seluas kurang lebih 337.000 kilometer persegi, secara tradisional dikenal karena tingkat kekeringannya yang sangat ekstrem. Bentuk "Y" yang unik tersebut terbentuk dari penggabungan Sungai Hotan (Kotan), yang sumber airnya berasal dari lelehan gletser, dengan jajaran pegunungan Mazatagh (Hongbaishan). Di titik pertemuan kedua elemen alam tersebut, terdapat reruntuhan benteng militer Mazar-Tagh dari abad ke-8, yang pernah diekskavasi oleh penjelajah Aurel Stein pada tahun 1907 dan menghasilkan lebih dari 1.500 fragmen dokumen yang memberikan wawasan berharga mengenai sejarah awal Tibet.

Pergeseran lanskap yang dramatis ini merupakan buah dari pelaksanaan Program Jalur Perlindungan Tiga Utara (Three-North Shelterbelt Program, TNSP), atau yang lebih populer dikenal sebagai "Tembok Hijau Besar", yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1978. Hingga tahun 2024, inisiatif yang merupakan proyek penghijauan terbesar di dunia ini telah berhasil menanam lebih dari 66 miliar pohon di seluruh wilayah utara Tiongkok. Program yang ditargetkan selesai pada tahun 2050 ini telah menunjukkan keberhasilan signifikan dalam mengurangi luas penggurunan: jika pada dekade 1980-an luas gurun meningkat sebesar 10.000 kilometer persegi per tahun, maka pada tahun 2022 tercatat adanya pengurangan luas gurun lebih dari 2.000 kilometer persegi setiap tahunnya.

Penelitian ilmiah terbaru, yang didasarkan pada analisis data satelit selama 25 tahun dan pemodelan fluks karbon, mengonfirmasi bahwa wilayah pinggiran Takla Makan kini berfungsi sebagai penyerap karbon yang stabil, di mana vegetasinya menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada yang dilepaskan ke atmosfer. Efek positif ini paling terlihat selama musim hujan antara bulan Juli hingga September, ketika curah hujan rata-rata bulanan mencapai sekitar 16,3 mm, atau meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan musim kemarau. Peningkatan kelembapan ini mendorong pertumbuhan tanaman dan menurunkan konsentrasi CO2 di atmosfer wilayah tersebut dari 416 parts per million (ppm) pada musim kering menjadi 413 ppm pada musim basah.

Keberhasilan yang dicapai di Takla Makan merupakan kasus pertama yang terdokumentasi di mana intervensi manusia secara aktif berhasil mengubah tepi gurun menjadi penyerap karbon yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan model bagi pemulihan lanskap hiper-arid lainnya di dunia. Program TNSP, yang mencakup 13 provinsi di Tiongkok utara, juga telah berkontribusi besar pada peningkatan tutupan hutan nasional dari sekitar 10% pada tahun 1949 menjadi lebih dari 25% pada tahun 2024, sebuah pencapaian yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Konteks historis wilayah ini juga sangat kaya, berkaitan erat dengan Jalur Sutra kuno di mana Hotan, yang berada di selatan gurun, dikenal sebagai "Kota Giok". Benteng Mazar-Tagh, yang dulunya merupakan pos militer penting bagi Tibet, berdiri sebagai artefak dari era ketika kawasan ini menjadi titik temu berbagai budaya. Proyek ini tidak hanya berfokus pada pemberantasan penggurunan, tetapi menurut data tahun 2018, juga telah membantu mengurangi degradasi lahan sekitar 15 persen di wilayah kerjanya, serta mendorong transisi model ekonomi lokal menuju sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • ФОКУС

  • China's Taklamakan Desert Revived With River Full of Precious Gemstones

  • Earth from space | Live Science

  • A Desert Intersection - NASA Science

  • Jade - Wikipedia

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.