Kru Artemis II Mengatasi Gangguan Perangkat Lunak Microsoft Outlook di Orbit Bumi

Diedit oleh: Tetiana Pin

Misi Artemis II, ekspedisi berawak selama sepuluh hari mengelilingi Bulan, mengalami gangguan teknis kecil tak lama setelah mencapai orbit Bumi. Peluncuran bersejarah ini, yang menandai perjalanan berawak pertama ke Bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, dimulai dengan sukses pada 1 April 2026, dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center. Misi ini merupakan langkah krusial dalam upaya NASA untuk membangun kehadiran lunar yang berkelanjutan dan mempersiapkan misi ke Mars di masa depan.

Permasalahan spesifik yang dilaporkan melibatkan komputer Microsoft Surface Pro yang dialokasikan untuk kru, di mana dua instans aplikasi Microsoft Outlook dilaporkan tidak berfungsi dengan baik. Komandan Reid Wiseman menyampaikan anomali perangkat lunak ini kepada Mission Control di Houston, meminta bantuan jarak jauh untuk diagnosis. Permasalahan ini menyoroti ketergantungan wahana antariksa canggih seperti Orion pada sistem komputasi standar yang menjalankan sistem operasi Windows. Tim darat berhasil melakukan koneksi jarak jauh ke Perangkat Komputasi Pribadi (PCD) tersebut setelah mendapat izin dari kru.

Setelah diagnosis, tim di Houston mengonfirmasi bahwa aplikasi Outlook terbuka namun menampilkan status 'offline', yang dianggap sebagai perilaku yang wajar dalam lingkungan luar angkasa yang terisolasi. Selain itu, disebutkan juga adanya masalah minor sekunder pada sistem toilet pesawat ruang angkasa yang berhasil diatasi oleh kru atau tim darat. Kru Artemis II terdiri dari empat astronaut: Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, dan Spesialis Misi Christina Koch dari NASA, bersama dengan Spesialis Misi Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA).

Misi ini menguji sistem penting Orion, termasuk sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan penerbangan di lingkungan luar angkasa yang sesungguhnya, membawa mereka lebih jauh dari Bumi daripada manusia sebelumnya. Komponen vital yang mendukung perjalanan ini adalah European Service Module (ESM-2), yang dibangun oleh Airbus atas nama European Space Agency (ESA), yang menyediakan propulsi, daya listrik melalui empat susunan panel surya, serta 90 kg oksigen dan 240 kg air minum untuk kru selama perjalanan sepuluh hari tersebut.

Resolusi cepat atas gangguan perangkat lunak ini menunjukkan ketangguhan dukungan Mission Control dan kapabilitas diagnostik jarak jauh mereka, yang mirip dengan pertukaran bantuan teknis di lingkungan korporat. Meskipun insiden teknis ini menarik perhatian publik, hal ini menggarisbawahi bahwa perangkat keras antariksa paling mutakhir pun tetap bergantung pada perangkat lunak yang rentan terhadap isu-isu umum. Program Artemis secara keseluruhan, yang secara formal didirikan pada tahun 2017, bertujuan untuk mendaratkan manusia di Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada tahun 1972, dengan target pendaratan di kutub selatan Bulan pada Artemis IV yang ditargetkan tahun 2028.

Misi Artemis II secara khusus berfungsi sebagai uji terbang untuk memvalidasi sistem Orion dan SLS sebelum misi pendaratan di masa depan. Setelah pembakaran injeksi translunar yang berhasil pada 2 April, wahana Orion kini sedang dalam lintasan untuk mengitari Bulan. Misi ini juga mencerminkan konteks geopolitik, di mana Amerika Serikat berupaya memperkuat kehadiran strategis di Bulan, terutama mengingat ambisi Tiongkok untuk mendarat di sana pada tahun 2030. Resolusi masalah perangkat lunak yang terjadi tak lama setelah peluncuran ini memastikan bahwa pengujian sistem kritis Orion dapat berlanjut sesuai rencana operasional.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • It.dir.bg

  • Wikipedia

  • Space.com

  • The Guardian

  • The Times

  • NewsBytes

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.