Hakim Batasi Gugatan Blake Lively Terhadap Justin Baldoni dalam Kasus 'It Ends With Us'

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Hakim Federal Lewis J. Liman pada 2 April 2026 secara signifikan mempersempit cakupan gugatan yang diajukan aktris Blake Lively terhadap rekan mainnya, Justin Baldoni, terkait produksi film 'It Ends With Us'. Keputusan tersebut menolak sebagian besar tuntutan Lively, termasuk tuduhan utama mengenai pelecehan seksual dan pencemaran nama baik, sehingga menyisakan kasus yang lebih terfokus untuk dilanjutkan ke persidangan.

Gugatan awal yang diajukan Lively pada Desember 2024 mencakup lebih dari selusin klaim terhadap Baldoni dan pihak terkait lainnya. Hakim Liman mendasarkan penolakannya pada status hukum Lively; ia memutuskan bahwa Lively, sebagai kontraktor independen dan bukan karyawan, tidak memenuhi syarat untuk mengajukan klaim pelecehan seksual di bawah Title VII Undang-Undang Hak Sipil 1964. Undang-undang federal tersebut secara spesifik melindungi karyawan dari diskriminasi di tempat kerja, sementara kontraktor independen umumnya dikecualikan dari cakupan perlindungan tersebut.

Selain pertimbangan hukum status kepegawaian, hakim juga meninjau konteks kreatif dari adegan yang dipermasalahkan. Tindakan fisik tertentu selama adegan dansa lambat, di mana Lively menuduh Baldoni melakukan sentuhan yang tidak diinginkan, dinilai dapat diterima secara kontekstual untuk penampilan kreatif, bukan pelecehan yang dapat ditindaklanjuti. Hakim Liman menyatakan bahwa seniman kreatif, serupa dengan penulis ruang komedi, memerlukan ruang untuk bereksperimen dalam batasan naskah yang disepakati tanpa menghadapi pertanggungjawaban atas pelecehan seksual.

Meskipun klaim pelecehan seksual utama ditolak, persidangan yang dijadwalkan dimulai pada 18 Mei 2026 akan tetap berpusat pada tuntutan Lively yang tersisa mengenai pembalasan (retaliasi) dan pelanggaran kontrak terhadap produser film. Tiga klaim yang tersisa untuk dipertimbangkan oleh juri meliputi pelanggaran kontrak, pembalasan, dan membantu serta bersekongkol dalam pembalasan. Tim hukum Lively, melalui pengacaranya Sigrid McCawley, menekankan bahwa kasus yang berlanjut akan menyoroti dugaan upaya terkoordinasi oleh para terdakwa untuk merusak reputasinya setelah Lively menyuarakan keprihatinan mengenai keselamatan di lokasi syuting.

McCawley juga mengklarifikasi bahwa penolakan klaim pelecehan seksual tidak menyiratkan bahwa para terdakwa tidak melakukan kesalahan, melainkan semata-mata karena klasifikasi hukum Lively sebagai kontraktor independen. Film 'It Ends With Us', adaptasi dari novel laris Colleen Hoover tahun 2016, telah meraih kesuksesan komersial dengan debut lebih dari $50 juta setelah dirilis pada Agustus 2024, namun perilisannya dibayangi oleh perselisihan ini. Sebelumnya, gugatan balik senilai $400 juta yang diajukan Baldoni dan Wayfarer Studios terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, atas tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan, telah ditolak oleh hakim yang sama pada Juni tahun sebelumnya.

Keputusan penolakan klaim pelecehan seksual ini menghasilkan kasus yang lebih terfokus. Hakim Liman mencatat adanya 'beberapa bukti langsung' yang dapat mengarahkan juri untuk menyimpulkan bahwa perusahaan produksi Baldoni berencana tidak hanya merusak reputasi Lively tetapi juga menghancurkan kariernya karena kekhawatiran Lively mengajukan klaim diskriminasi. Lively mengklaim kampanye kotor yang dilancarkan telah 'menghancurkan reputasi dan kariernya'. Wayfarer Studios sebelumnya telah mengakuisisi hak film dari Colleen Hoover, pemegang hak cipta materi sumber.

1 Tampilan

Sumber-sumber

  • Renaşterea bănăţeană

  • La Nacion

  • https://www.wsaw.com

  • CBS News

  • Mirror

  • Associated Press

  • CBS News

  • The Hollywood Reporter

  • Forbes

  • The Guardian

  • Los Angeles Times

  • The Guardian

  • CBS News

  • Reuters

  • The Economic Times

  • CBS News

  • The Guardian

  • Wikipedia

  • Ground News

  • ABC10

  • The Guardian

  • CBS News

  • PBS NewsHour

  • Forbes

  • Wikipedia

  • The Guardian

  • Forbes

  • Global News

  • WRAL

  • The Hollywood Reporter

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.