Fisika Difusi Termal Menentukan Kesempurnaan Memasak Steak
Diedit oleh: Olga Samsonova
Penelitian ilmiah terkini mengonfirmasi bahwa pencapaian tingkat kematangan steak yang ideal sangat bergantung pada pemahaman prinsip difusi termal, sebuah konsep yang berakar kuat dalam studi fisika fundamental. Pendekatan berbasis sains ini mentransformasi persiapan steak dari seni kuliner menjadi disiplin ilmu yang terukur, dengan integrasi model prediktif berbasis data menjadi standar baru di dapur profesional untuk menjamin konsistensi hasil akhir.
Fisikawan Rob Appleby menyoroti ketebalan steak sebagai variabel tunggal paling menentukan durasi memasak. Model ilmiah yang dikembangkannya menunjukkan bahwa waktu memasak yang dibutuhkan berbanding lurus dengan kuadrat dari ketebalan potongan daging. Implikasi dari hubungan kuadratik ini signifikan: melipatgandakan ketebalan steak dapat meningkatkan kebutuhan waktu pemanasan internal hingga empat kali lipat. Fenomena ini menjelaskan mengapa pengarangan lapisan luar sering terjadi sebelum panas merambat memadai ke bagian tengah untuk mencapai suhu target.
Kompleksitas termal dalam daging otot, termasuk perubahan matriks protein saat dipanaskan, mendorong para peneliti, seperti tim dari James Madison University yang dipimpin oleh Hala Nelson, untuk merumuskan model matematika yang lebih canggih. Berbeda dengan studi sebelumnya yang terbatas pada model satu dimensi, upaya baru ini merekonstruksi proses memasak steak dalam bentuk dua dimensi. Model dua dimensi ini memungkinkan komputasi untuk memperhitungkan penyusutan potongan daging, penyebaran suhu, pergerakan cairan, laju penguapan permukaan, serta perubahan kadar air selama proses termal berlangsung, sehingga memungkinkan penentuan proses memasak yang paling optimal.
Dalam praktik kuliner, termometer daging digital berfungsi sebagai alat krusial untuk memvalidasi prediksi waktu berdasarkan ketebalan. Suhu internal adalah penentu objektif tunggal untuk tingkat kematangan, melampaui perkiraan visual dari warna luar. Sebagai contoh, tingkat kematangan rare menargetkan suhu internal 52 hingga 55 derajat Celsius, yang hanya memerlukan pembakaran cepat di kedua sisi untuk memicu Reaksi Maillard. Christopher Arturo, seorang instruktur senior di Institute of Culinary Education, menekankan bahwa waktu yang dibutuhkan sangat bervariasi tergantung ketebalan daging.
Pengalaman praktis mendukung pendekatan berbasis data ini. Seorang praktisi dengan pengalaman 20 tahun menyatakan bahwa faktor ketebalan lebih krusial daripada suhu eksternal wajan, yang berkisar antara 200 hingga 230 derajat Celsius untuk menciptakan crust renyah. Untuk steak setebal 2,54 sentimeter, waktu memasak berbeda untuk setiap tingkat kematangan; medium membutuhkan sekitar 6 hingga 10 menit pemanggangan di setiap sisi untuk mencapai 60 derajat Celsius, sementara well done memerlukan 11 hingga 15 menit per sisi untuk mencapai 74 derajat Celsius atau lebih tinggi. Penting untuk diperhitungkan bahwa setelah diangkat dari panas, suhu internal daging akan meningkat sekitar 3 hingga 5 derajat Celsius melalui proses yang dikenal sebagai carryover cooking.
Dengan mengintegrasikan pemahaman fisika tentang difusi panas dengan pengukuran suhu internal yang presisi, persiapan steak telah bertransformasi. Pendekatan yang didorong oleh data ini memungkinkan koki dan penggemar untuk secara konsisten mereplikasi hasil yang diinginkan. Teknik memasak modern, seperti reverse sear, semakin menguatkan perpaduan antara ilmu fisika dan seni memasak untuk mendapatkan tekstur crust yang renyah dan bagian dalam yang matang sempurna, memenuhi tuntutan konsumen akan kualitas dan konsistensi hidangan daging premium.
5 Tampilan
Sumber-sumber
Conteúdo e Notícias do Agronegócio Brasileiro | CompreRura
Crave Magazine
Grilling 24x7
The MeatStick
Food52
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
