Percepatan Pergeseran Kutub Magnetik Utara Mendorong Pembaruan Model WMM2025
Diedit oleh: Vera Mo
Pergerakan Kutub Magnetik Utara yang semakin cepat pada tahun 2025 menjadi fokus utama bagi para spesialis geofisika karena dampaknya langsung terhadap akurasi sistem navigasi global. Meskipun terjadi perlambatan dibandingkan kecepatan puncaknya dalam lima tahun terakhir, kutub tersebut terus bergerak dinamis menuju wilayah Siberia, yang secara periodik menuntut pembaruan model geomagnetik untuk menjaga integritas data arah yang digunakan oleh berbagai perangkat teknologi.
Model referensi standar, World Magnetic Model (WMM), diperbarui setiap lima tahun untuk mengakomodasi pergeseran ini. Versi terkini, WMM2025, diluncurkan pada 17 Desember 2024 dan akan berlaku hingga akhir tahun 2029, mencerminkan posisi kutub yang kini lebih condong ke Siberia daripada Kanada. Fenomena pergeseran cepat ini dimulai sejak dekade 1990-an, ketika kecepatan meningkat tajam dari laju awal sekitar 10 hingga 14 kilometer per tahun menjadi mencapai puncaknya sekitar 50 hingga 55 kilometer per tahun pada tahun 2000-an. Data tahun 2025 menunjukkan adanya deselerasi, namun kecepatan rata-rata pergerakan masih tercatat sekitar 36 km/tahun berdasarkan penilaian WMM. Sebagai perbandingan historis, sejak tahun 1830-an, Kutub Magnetik Utara telah bergeser sekitar 2.250 kilometer dari Kanada menuju Siberia.
Fenomena ini berakar pada dinamika di inti luar Bumi, yang terdiri dari besi dan nikel cair; pergerakan cairan yang didorong oleh panas dari inti dalam menghasilkan medan magnet yang menjadi acuan jarum kompas. Scott Brame, seorang Profesor Riset di Clemson University yang berspesialisasi dalam geologi dan hidrogeologi, menekankan perbedaan fundamental antara kutub magnetik dan kutub geografis, di mana kutub magnetik terus bergerak dan memengaruhi arah kompas. Brame memperingatkan bahwa tanpa pembaruan rutin pada sistem navigasi, aplikasi pada ponsel atau perangkat di dalam mobil dapat memberikan arah yang keliru, berpotensi menyebabkan rute yang lebih panjang atau risiko keselamatan.
Inovasi penting pada tahun 2025 adalah perilisan simultan WMMHR2025 (High Resolution), yang menawarkan resolusi spasial jauh lebih baik dibandingkan model standar. WMM2025 memiliki resolusi spasial 3.300 kilometer di khatulistiwa, sementara WMMHR2025 menawarkan peningkatan hingga sekitar 300 kilometer di khatulistiwa, yang berarti akurasi arah yang lebih besar untuk sistem navigasi canggih. Model WMMHR2025 mencakup komponen medan inti yang bervariasi waktu hingga derajat harmonik bola n=15, serta model medan kerak hingga derajat harmonik bola n=133, dengan total 18.210 koefisien non-nol, jauh melampaui 336 koefisien pada model standar. Model ini merupakan produk kolaboratif yang disponsori oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) Amerika Serikat dan Defence Geographic Centre (DGC) Inggris, serta dikembangkan bersama oleh NOAA National Centers for Environmental Information (NCEI) dan British Geological Survey (BGS).
Baik kompas klasik maupun teknologi modern seperti GPS bergantung pada utara magnetik. Kompas klasik memerlukan penyesuaian manual untuk deklinasi magnetik, sedangkan ponsel pintar menggunakan magnetometer internal yang secara otomatis mengoreksi berdasarkan WMM. Zona larangan terbang (blackout zones) di dekat kutub utara dan selatan, tempat medan magnet Bumi mungkin tidak dapat digunakan untuk navigasi, juga telah diperbarui dalam WMM2025 untuk mencerminkan pergeseran lokasi mereka. Pengguna instrumen orientasi diwajibkan memastikan mereka menggunakan WMM terbaru untuk mengkompensasi pergeseran Kutub Magnetik Utara, menegaskan pentingnya pembaruan model ini bagi operasi sehari-hari.
37 Tampilan
Sumber-sumber
REALITATEA.NET
NOAA National Centers for Environmental Information (NCEI)
NOAA National Centers for Environmental Information (NCEI)
Smithsonian Magazine
Clemson News
Clemson University
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
