Fisikawan NYU Amati Kristal Waktu Makroskopis yang Melanggar Hukum Ketiga Newton
Diedit oleh: Vera Mo
Sebuah tim fisikawan dari New York University (NYU) mengumumkan pengamatan perdana terhadap kristal waktu makroskopis eksotis, sebuah terobosan eksperimental yang dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters pada 6 Februari 2026. Fenomena ini menyajikan sistem materi yang relatif sederhana namun memiliki implikasi mendalam bagi pemahaman mekanika klasik dan fisika benda terkondensasi.
Kristal waktu yang teramati ini tersusun dari partikel-partikel kecil polistirena yang melayang di udara melalui levitasi akustik, memanfaatkan gelombang suara berdiri untuk melawan gravitasi. Interaksi antar partikel dimediasi oleh pertukaran gelombang suara yang dihamburkan. Asimetri muncul karena partikel yang lebih besar menghamburkan energi suara lebih banyak dibandingkan partikel yang lebih kecil, menghasilkan gaya yang tidak setara antara partikel besar dan partikel kecil.
Ketidakseimbangan inheren dalam pertukaran gaya ini secara langsung melanggar prinsip resiprositas yang mendasari Hukum Ketiga Newton mengenai aksi dan reaksi yang setara dan berlawanan. Pelanggaran resiprositas dalam sistem klasik dan makroskopis ini memungkinkan sistem mempertahankan osilasi ritmis yang berkelanjutan dan mandiri, yang merupakan ciri khas dari sebuah kristal waktu.
Profesor David Grier, Pemimpin dan Direktur Pusat Penelitian Materi Lunak NYU, menekankan kesederhanaan sistem ini, yang berbeda dari persepsi umum bahwa kristal waktu adalah fenomena kuantum yang rumit. Perangkat eksperimental tersebut berukuran sangat ringkas, hanya setinggi kurang dari tiga puluh sentimeter, dan manik-manik di dalamnya mampu mempertahankan pola ritmisnya selama berjam-jam tanpa dorongan eksternal periodik. Tim peneliti tersebut juga mencakup mahasiswa pascasarjana Mia Morrell dan mahasiswa sarjana Leela Elliott.
Implikasi temuan ini meluas ke berbagai domain ilmiah, menawarkan model analog makroskopis yang kuat untuk menyelidiki interaksi non-resiprokal dalam biologi sistemik, seperti mekanisme ritme sirkadian. Secara teknologi, kristal waktu makroskopis yang dapat diamati ini menjanjikan kemajuan dalam pengembangan komputasi kuantum, teknologi penyimpanan data, serta perancangan sensor presisi. Pengamatan ini secara eksplisit menantang pemahaman konvensional tentang keseimbangan gaya dalam skala yang dapat dilihat dengan mendemonstrasikan kristal waktu klasik yang mekanismenya melanggar Hukum Ketiga Newton.
6 Tampilan
Sumber-sumber
enikos.gr
The Brighter Side of News
Science Alert
NYU
National Today
BIOENGINEER.ORG
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.