Fenomena Busur Kabut Beku Teramati di Puncak Mauna Kea Pasca Badai Kona Low
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Sebuah fenomena optik meteorologis yang jarang terjadi, yang dikenal sebagai busur kabut beku atau freezing fogbow, berhasil didokumentasikan di puncak Mauna Kea, Hawaii, pada 5 Januari 2026. Penampakan ini terjadi setelah sistem badai musim dingin signifikan, yang diidentifikasi sebagai 'Kona low', membawa salju tebal dan basah ke dataran tinggi Pulau Besar (Big Island).
Busur kabut beku terbentuk ketika cahaya matahari mengalami refraksi saat melewati tetesan air superdingin yang sangat kecil di dalam kabut. Karena ukuran tetesan air ini jauh lebih kecil dibandingkan tetesan hujan—bisa hanya sepersepuluh hingga seperseratus ukurannya—pembelokan cahaya pada setiap panjang gelombang warna menjadi minimal dan cenderung tumpang tindih. Kondisi ini menghasilkan busur yang tampak putih atau kusam, berbeda dengan spektrum warna yang jelas pada pelangi standar, meskipun sedikit rona kemerahan samar teramati pada tepi terluar busur tersebut.
Para ahli meteorologi juga mencatat adanya kemungkinan karakteristik 'supernumerary fogbow' pada penampakan tersebut, yang mengindikasikan konsentrasi tinggi tetesan awan dengan ukuran seragam di atmosfer. Kehadiran pita-pita cahaya tambahan di bagian dalam busur kabut ini merupakan hasil dari pola interferensi yang terjadi saat sinar matahari dibelokkan keluar dari tetesan. Pembentukan partikel air superdingin ini sangat bergantung pada kondisi suhu di bawah titik beku yang bertahan di ketinggian di atas 10.000 kaki.
Sistem cuaca Kona low merupakan siklon musiman yang khas di Hawaii, ditandai dengan suhu inti yang dingin dan sering kali memicu bahaya seperti hujan lebat, hujan es, dan salju di elevasi tinggi. Sistem tekanan rendah ini mendekat dari arah barat, berlawanan dengan angin pasat timur laut yang biasa mendominasi wilayah kepulauan. Sebelumnya, badai Kona low pada Desember 2021 sempat menyebabkan akumulasi salju hingga sepuluh inci di puncak Mauna Kea.
Kondisi sub-beku di puncak Mauna Kea, yang memiliki ketinggian 13.803 kaki atau sekitar 4.207 meter, sangat penting untuk pembentukan kabut beku. Kabut beku terdiri dari tetesan air cair yang suhunya berada di bawah titik beku namun tetap cair karena tidak memiliki permukaan untuk memulai proses pembekuan. Layanan Cuaca Nasional (NWS) sempat mengeluarkan peringatan badai musim dingin dan angin kencang untuk puncak Mauna Kea dan Mauna Loa, memprediksi akumulasi salju hingga 5 hingga 10 inci di atas ketinggian 11.000 kaki. Fenomena ini memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari interaksi antara cahaya, suhu ekstrem, dan partikel atmosfer di lingkungan tropis dataran tinggi tersebut.
19 Tampilan
Sumber-sumber
ΣΚΑΪ
The Washington Post
Liputan6.com
The Washington Post
AccuWeather
Space.com
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
