Kapibara di Cuiabá Teramati Menggunakan Fasilitas Penyeberangan Kota

Diedit oleh: Olga Samsonova

Kapibara di Cuiabá Teramati Menggunakan Fasilitas Penyeberangan Kota-1

Sebuah fenomena perilaku hewan yang teratur baru-baru ini teramati di Cuiabá, ibu kota negara bagian Mato Grosso, Brasil, di mana sekelompok kapibara terlihat menyeberang jalan dengan memanfaatkan fasilitas penyeberangan pejalan kaki. Momen ini, yang diabadikan oleh pengemudi Lucas Abreu, menunjukkan mamalia pengerat terbesar di dunia tersebut dengan sabar menunggu sebelum melintasi jalan raya di jalur yang ditentukan, mengindikasikan adanya koordinasi pergerakan terstruktur dalam kelompok. Sebuah bus yang berada di dekat lokasi kejadian menunjukkan respons yang patut dicatat dengan berhenti total, memberikan jalan bagi proses penyeberangan hewan tersebut.

Penggunaan infrastruktur perkotaan, seperti zebra cross, oleh kapibara semakin sering dilaporkan terjadi di lingkungan urban Cuiabá, menandakan peningkatan signifikan kehadiran spesies ini di wilayah kota. Fenomena ini merupakan bagian dari tren ekologi perkotaan yang lebih luas di Brasil, di mana para peneliti secara aktif mempelajari peningkatan populasi kapibara di kawasan urban. Peningkatan ini dikaitkan dengan berkurangnya predator alami di lingkungan tersebut, serta fleksibilitas diet kapibara yang luar biasa.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Zoology pada 27 Februari mengindikasikan bahwa meskipun secara alami mereka adalah herbivora yang didominasi pemakan rumput, kapibara mampu mengonsumsi dedaunan hijau lain, pohon, tanaman merambat, bahkan kaktus ketika rumput tidak tersedia secara selektif. Ahli ekologi Marcelo Magioli dari Instituto Pró-Carnívoros di Brasil menyoroti bahwa perilaku makan yang tidak terspesialisasi ini memungkinkan mereka beradaptasi di hampir semua habitat. Sebagai perbandingan, studi di lingkungan antropogenik seperti di Campus "Luiz de Queiroz" Universitas São Paulo antara tahun 1998 hingga 2000 menemukan kepadatan populasi kapibara di lahan basah buatan manusia secara signifikan lebih tinggi daripada habitat alami.

Adaptasi kapibara terhadap lingkungan buatan manusia telah menarik perhatian internasional, termasuk studi kasus di Curitiba mengenai penyebaran spesies melalui taman-taman yang terhubung oleh sungai. Di beberapa wilayah, seperti Juína di Mato Grosso, insiden tabrakan hewan dengan kendaraan cukup tinggi sehingga otoritas setempat memasang rambu lalu lintas khusus untuk penyeberangan kapibara pada Maret 2022 untuk mengurangi insiden. Perilaku tertib di Cuiabá memicu spekulasi bahwa hewan-hewan ini mungkin telah mempelajari bahwa kendaraan akan berhenti di penyeberangan, sebuah perilaku yang memerlukan studi lebih lanjut.

Kapibara, yang tersebar luas di Amerika Selatan dan dikenal karena sifatnya yang jinak, biasanya hidup dalam kelompok hingga 20 individu dengan hierarki sosial yang ketat. Peningkatan visibilitas di perkotaan juga membawa risiko, seperti kasus kekejaman terhadap kapibara di Rio de Janeiro pada Maret 2026 yang berujung pada penangkapan delapan orang. Kejadian di Cuiabá, bagaimanapun, menawarkan narasi yang kontras, menyoroti potensi koeksistensi yang teratur antara satwa liar dan kehidupan urban di Brasil.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • globo.com

  • FOLHAMAX | Últimas Notícias de Cuiabá e Mato Grosso

  • Revista Amazônia

  • RepórterMT - Notícias de Mato Grosso e Cuiabá Hoje - ReporterMT

  • RepórterMT - Notícias de Mato Grosso e Cuiabá Hoje - ReporterMT

  • VG Notícias

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
Kapibara di Cuiabá Teramati Menggunakan Fa... | Gaya One