Ambisi Umur Panjang Pemimpin Dunia Bertemu Realitas Sains Kesehatan

Diedit oleh: Olga Samsonova

Wacana mengenai ambisius tujuan umur panjang yang diutarakan oleh para pemimpin global baru-baru ini berhadapan langsung dengan fokus penelitian ilmiah kontemporer yang lebih menekankan pada perpanjangan rentang hidup sehat atau healthspan. Kontras ini menyoroti jurang antara aspirasi futuristik dan kemajuan berbasis bukti dalam ilmu penuaan.

Pada tahun 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping membahas potensi umur ekstrem dalam sebuah interaksi yang terekam mikrofon saat parade militer di Beijing. Presiden Xi Jinping secara spesifik memprediksi bahwa rentang hidup manusia dapat mencapai 150 tahun pada abad ini, sementara Putin mengaitkan hal tersebut dengan kemajuan berkelanjutan dalam prosedur transplantasi organ. Spekulasi para pemimpin tersebut, yang diutarakan saat keduanya berusia 72 tahun, muncul di tengah kemajuan teknologi medis yang signifikan namun masih menghadapi tantangan besar.

Presiden Putin mengemukakan bahwa transplantasi organ yang berkelanjutan berpotensi menunda penuaan tanpa batas, sebuah pandangan yang didukung oleh beberapa terobosan seperti uji coba xenotransplantasi, misalnya penggunaan organ babi hasil rekayasa genetika pada pasien. Sebagai contoh, dokter di New York dilaporkan berhasil menguji transplantasi ginjal dan paru-paru babi pada pasien mati otak, dan dua pasien hidup telah menerima ginjal babi rekayasa genetika, dengan persetujuan FDA untuk uji coba lebih lanjut pada 33 pasien. Meskipun demikian, para ahli menegaskan bahwa harapan hidup hingga 150 tahun masih jauh dari jangkauan realistis saat ini, mengingat kendala seperti keterbatasan donor organ—di AS saja, rata-rata 13 pasien meninggal setiap hari karena menunggu organ yang cocok.

Berbeda dengan spekulasi tersebut, penelitian ilmiah tahun 2026 secara tegas memprioritaskan metrik kesehatan berbasis bukti dan upaya mitigasi dampak sosial dari peningkatan harapan hidup secara umum. Para ilmuwan kini mengalihkan fokus dari sekadar lifespan (umur panjang) ke health span (rentang hidup sehat), yaitu periode hidup bebas dari penyakit berat atau kecacatan yang mengganggu fungsi sehari-hari, sebuah konsep yang telah muncul dalam literatur medis lebih dari tiga dekade lalu.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada tahun 2021 mengindikasikan bahwa rentang hidup maksimum manusia mungkin berada di kisaran 120 hingga 150 tahun, namun ini sangat bergantung pada minimnya stressor hidup, faktor genetika, dan eliminasi penyakit penyebab kematian. Salah satu alat ukur utama dalam studi penuaan adalah pengujian usia biologis melalui penanda seperti jam epigenetik, yang menganalisis pola metilasi DNA untuk memprediksi usia biologis, yang dapat berbeda signifikan dari usia kronologis. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat secara konsisten dapat mengurangi mortalitas dan memperpanjang harapan hidup, terlepas dari predisposisi genetik seseorang. Selain itu, memiliki tujuan hidup yang kuat terbukti secara empiris dapat mengurangi risiko kematian, dengan sebuah riset yang melibatkan 6.985 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa semakin kuat tujuan hidup, semakin rendah risiko kematian mereka.

Pakar seperti Dr. Eric Topol dari Scripps Research Translational Institute menekankan bahwa perubahan gaya hidup yang tepat, bukan semata-mata faktor genetik, adalah kunci untuk menjadi Super Ager, berdasarkan penelitiannya terhadap 1.400 orang berusia di atas 80 tahun yang hidup tanpa penyakit degeneratif. Di tengah perdebatan ilmiah dan politik ini, sektor ekonomi yang terkait dengan umur panjang terus menunjukkan potensi finansial yang masif. Meskipun ada realitas geopolitik yang kompleks, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi global Bank Dunia yang hanya 2,2 persen per tahun hingga 2030, longevity economy secara independen diproyeksikan akan mencapai nilai fantastis sebesar 27 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2030. Sebagai perbandingan, ekonomi hijau juga diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 triliun dolar AS per tahun sebelum akhir dekade ini. Hal ini menegaskan bahwa, terlepas dari spekulasi tentang umur 150 tahun, fokus pragmatis pada kesehatan berbasis data dan investasi ekonomi tetap menjadi prioritas utama bagi para pemangku kepentingan global.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • thetimes.com

  • NextShark

  • The Guardian

  • The Washington Post

  • Science Advances

  • TIME

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.