NSDR: Riset Mendukung Teknik Istirahat Dalam untuk Pengelolaan Stres
Diedit oleh: Elena HealthEnergy
Teknik Non-Sleep Deep Rest (NSDR) muncul sebagai metode yang mudah diakses untuk mengelola stres dan memulihkan diri dengan cepat tanpa memerlukan tidur penuh. Konsep NSDR, yang dipopulerkan oleh neurosaintis Dr. Andrew Huberman, mengumpulkan berbagai protokol relaksasi mendalam di bawah satu istilah payung. Praktik-praktik yang termasuk dalam kategori ini mencakup Yoga Nidra dan bentuk-bentuk hipnosis diri tertentu, yang semuanya bertujuan mengarahkan sistem tubuh menuju keadaan istirahat restoratif.
Proses inti NSDR melibatkan pergeseran aktivitas gelombang otak dari keadaan beta yang aktif menuju dominasi gelombang alfa (8–12 Hz) dan theta (4–7 Hz) yang lebih tenang. Kondisi alfa secara khas terdeteksi saat melamun atau tenang, sementara theta muncul saat berpikir kreatif atau sulit berkonsentrasi. Keadaan ini secara fisiologis mencerminkan kondisi yang diamati selama periode istirahat mendalam. Dr. Huberman menggunakan istilah NSDR sebagai pendekatan yang fleksibel dan luas, memastikan praktik ini gratis dan tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga menghilangkan hambatan akses terhadap manfaat neurosains dan pengurangan stres.
Berbagai studi ilmiah, sering kali mengacu pada penelitian Yoga Nidra, menguatkan kaitan NSDR dengan penurunan signifikan pada tingkat stres, kecemasan, depresi, tekanan darah, serta laju detak jantung. Praktik istirahat mendalam ini juga dilaporkan memberikan dampak positif pada pelepasan dopamin, neurotransmiter yang krusial untuk motivasi dan fokus, serta berpotensi meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan dengan menurunkan kadar kortisol.
Dr. Alex Dimitriu, seorang MD yang berspesialisasi dalam psikiatri dan kedokteran tidur, menegaskan bahwa NSDR secara fundamental bukanlah tidur dan tidak dapat menggantikan kebutuhan akan tidur sesungguhnya jika terjadi defisit tidur. Namun, Dr. Dimitriu, pendiri Menlo Park Psychiatry & Sleep Medicine, mengakui bahwa NSDR sering direkomendasikan menjelang waktu tidur bagi penderita insomnia untuk mempermudah transisi ke tidur dan membangun rutinitas yang lebih baik. Praktisi sering memanfaatkan sesi berdurasi 20 hingga 30 menit pada sore hari untuk mengatasi penurunan energi alami, dengan pengamatan bahwa sesi tersebut tetap memberikan efek restoratif melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis.
Praktik ini, yang melibatkan mendengarkan panduan audio mengenai pernapasan dan sensasi tubuh, bertujuan menyebarkan perhatian dan mengurangi pemikiran sadar, menjaga individu dalam keadaan liminal antara bangun dan tidur. Dalam konteks dunia yang terstimulasi, NSDR berfungsi sebagai mekanisme reset mental yang mudah diakses, mendukung pemulihan kognitif dan fisik, bahkan telah ditunjukkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan kinerja mental setelah sesi singkat 10 hingga 30 menit. Meskipun demikian, NSDR tidak dapat mereplikasi fungsi biologis penting yang terjadi selama tidur nyenyak, seperti konsolidasi memori dan pembersihan limbah metabolik di otak.
37 Tampilan
Sumber-sumber
Verywell Mind
Huberman Lab
Sleep Foundation
Jennifer Reis Yoga
re-origin
Everyday Health
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
