Eskalasi Perdagangan Global: AS Terapkan Tarif 100% atas Tiongkok, Prospek APEC Terancam
Diedit oleh: Tatyana Hurynovich
Lanskap ekonomi global diguncang pada 10 Oktober 2025, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif balasan sebesar 100% atas seluruh barang impor dari Tiongkok, yang akan mulai berlaku pada 1 November 2025 atau lebih cepat. Keputusan proteksionis yang drastis ini merupakan respons langsung terhadap langkah Tiongkok yang sebelumnya memberlakukan kontrol ekspor terhadap mineral tanah jarang, yaitu germanium dan galium, yang merupakan sumber daya krusial bagi sektor semikonduktor dan teknologi kecerdasan buatan. Tindakan pembalasan ini menandai titik balik signifikan dalam hubungan dagang kedua negara adidaya tersebut.
Pengumuman tersebut segera memicu ketidakstabilan pasar yang nyata. Indeks S&P 500 tercatat anjlok sebesar 2,7% pada hari yang sama, menandai penurunan harian terbesar sejak April tahun sebelumnya. Eskalasi ini berpusat pada pergeseran fundamental dalam pandangan kekuatan global terhadap kedaulatan sumber daya, di mana mineral tanah jarang kini menjadi medan pertempuran baru. Tiongkok sebelumnya telah membatasi ekspor germanium dan galium, yang vital untuk sistem pencitraan termal dan radar militer, memperkuat kekhawatiran mengenai ketahanan rantai pasok global yang selama ini dianggap terintegrasi erat.
Di tengah ketegangan yang memuncak, prospek dialog tingkat tinggi pun meredup. Presiden Trump secara terbuka menyatakan bahwa pertemuan yang dijadwalkan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Seoul, Korea Selatan, dalam dua minggu ke depan, tampaknya tidak lagi memiliki dasar untuk dilanjutkan. Pertemuan APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, yang dijadwalkan berlangsung dari 31 Oktober hingga 1 November 2025, seharusnya menjadi forum untuk memperkuat konektivitas regional. Potensi pembatalan pertemuan puncak ini mengisyaratkan adanya keretakan diplomatik yang lebih luas, di mana saluran komunikasi untuk meredakan konflik perdagangan terancam terputus.
Respons dari pihak Tiongkok juga mulai terlihat. Sebagai balasan atas tarif AS, Tiongkok dilaporkan akan mengenakan biaya khusus pada kapal-kapal berbendera AS di pelabuhannya mulai 14 Oktober 2025. Tindakan ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya terbatas pada barang dagangan, tetapi meluas ke sektor logistik maritim. Analis memperingatkan bahwa tarif 100% yang diusulkan ini dapat memiliki dampak lima kali lebih besar pada konsumen AS dibandingkan kenaikan tarif sebelumnya, sementara konsumen Tiongkok juga diperkirakan akan merasakan dampak serupa melalui kenaikan harga.
Sumber-sumber
New York Post
ABC News
The Economic Times
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Amerika Serikat Hentikan Sementara Tinjauan Permohonan Suaka Pasca Insiden Garda Nasional di Washington
Korea Utara Jadikan Bahasa Rusia Wajib bagi Siswa Sekolah Dasar Seiring Eratnya Hubungan Moskow-Pyongyang
Kementerian Kehakiman Rusia Menyatakan Human Rights Watch Sebagai Organisasi Tidak Diinginkan
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
