Dua Anak Perusahaan Teknologi Tersingkir dari Turnamen Model AI Korea Selatan
Diedit oleh: Svetlana Velgush
Kompetisi pengembangan model Kecerdasan Buatan (AI) domestik yang disponsori pemerintah Korea Selatan, yang secara informal dijuluki "AI Squid Game," mencapai titik kritis pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan eliminasi dua finalis utama. Kementerian Ilmu Pengetahuan dan ICT (MSIT) mengumumkan bahwa unit AI dari Naver Corp. dan anak perusahaan NCSoft Corp. tidak akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Keputusan ini menyisakan tiga kontestan kuat: afiliasi dari LG, SK Group, dan startup Upstage.
Turnamen berisiko tinggi ini, yang dimulai pada Agustus 2025 dan dijadwalkan berlangsung lebih dari setahun dengan pemenang diharapkan pada awal 2027, merupakan bagian integral dari strategi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung. Strategi ini bertujuan untuk memposisikan Korea Selatan di antara tiga kekuatan AI teratas dunia. Keputusan eliminasi Naver didasarkan pada pelanggaran persyaratan kemandirian teknologi program. Juri menemukan bahwa unit tersebut sebagian menggunakan model yang sudah ada dari Tiongkok, yang secara efektif melanggar mandat untuk membangun model sumber terbuka secara independen. Secara spesifik, vision encoder Naver ditemukan hampir identik dengan sistem Qwen milik Alibaba, dengan lebih dari 99% bobot model yang cocok.
Sementara itu, anak perusahaan NCSoft, yang merupakan satu-satunya tim yang dipimpin oleh seorang wanita, dikeluarkan berdasarkan evaluasi kinerja model yang ketat. Keputusan untuk mendepak dua tim secara simultan, padahal awalnya hanya satu eliminasi yang diantisipasi, menggarisbawahi penerapan standar yang sangat ketat oleh badan pengawas. Evaluasi yang dilakukan oleh MSIT, melalui Telecommunications Technology Association dan National IT Industry Promotion Agency, menggunakan kriteria penilaian terperinci: 40 poin untuk pengujian benchmark, 35 poin untuk tinjauan panel ahli yang menilai kebaruan teknologi, dan 25 poin untuk umpan balik pengguna yang mengukur keandalan dan kepraktisan sistem.
LG AI Research muncul sebagai penantang utama setelah meraih skor keseluruhan tertinggi di ketiga kategori tersebut dengan model andalannya, K-Exaone. Model K-Exaone dari LG AI Research memiliki total 236 miliar parameter dengan 23 miliar parameter aktif saat inferensi, menunjukkan keunggulan dalam penalaran, kemampuan agen, pengetahuan umum, pemahaman multibahasa, dan pemrosesan konteks panjang hingga 256K token. Di sisi lain, model A.X K1 dari SK Telecom, yang dikembangkan oleh konsorsium SK Group, memiliki skala 519 miliar parameter dan diposisikan sebagai Model Guru untuk mentransfer pengetahuan ke aplikasi yang lebih kecil, sejalan dengan visi Presiden Lee Jae-myung tentang AI yang inklusif.
Startup Upstage, yang telah beroperasi selama lima tahun, juga berhasil lolos dan diakui karena efisiensi teknologinya meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan raksasa teknologi lainnya. Keputusan ini menyoroti ketegangan mendasar dalam inisiatif nasional: mendorong pengembangan teknologi dalam negeri sambil tetap memanfaatkan kemajuan global. Menteri Ilmu Pengetahuan dan ICT, Bae Kyung-Hoon, mengawasi proses ketat ini, yang bertujuan untuk mengamankan model fondasi AI mandiri yang masuk sepuluh besar dunia pada tahun 2026. MSIT berencana untuk menambah satu tim lagi untuk maju ke tahap berikutnya, memastikan alokasi sumber daya komputasi krusial seperti GPU dan kumpulan data hanya kepada kontestan yang tersisa, memperkuat fokus pada kedaulatan teknologi penuh.
16 Tampilan
Sumber-sumber
Bloomberg Business
Bloomberg
The Straits Times
Tech in Asia
The Korea Herald
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
