Luncuran hari ini telah menetapkan rekor peluncuran tahunan baru untuk Electron: 21 peluncuran dalam satu tahun dengan 100% keberhasilan misi!
Rocket Lab Menutup Tahun Operasional 2025 dengan Rekor 21 Peluncuran, Misi Electron Terakhir Sukses
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Korporasi Rocket Lab baru saja menutup tahun operasional 2025 mereka dengan gemilang melalui keberhasilan peluncuran ke-21 dan yang terakhir, yang diberi nama sandi “The Wisdom God Guides”. Misi penutup tahun ini bertugas mengirimkan satelit pengamat Bumi QPS-SAR-15 milik organisasi Jepang, Institute for Q-shu Pioneers of Space, Inc. (iQPS), ke orbit. Peluncuran bersejarah ini dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Roket lepas landas tepat pukul 19.36 waktu setempat dari Kompleks Peluncuran 1 milik Rocket Lab di Mahia, Selandia Baru, yang setara dengan pukul 06.36 UTC.
Tahap pendorong (kick stage) khusus pada roket Electron berfungsi sesuai rencana yang telah ditetapkan. Hasilnya, satelit QPS-SAR-15, yang dijuluki Sukunami-I, berhasil ditempatkan pada orbit melingkar yang presisi, mengorbit sekitar 575 kilometer di atas permukaan Bumi. Pencapaian tahun 2025 ini sungguh luar biasa, dengan total 21 misi yang diluncurkan, melampaui rekor tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 16 peluncuran pada tahun 2024. Total misi tahun ini terdiri dari delapan belas peluncuran orbital menggunakan wahana Electron, ditambah tiga misi suborbital yang dilaksanakan menggunakan roket HASTE, sebuah varian yang dimodifikasi dengan tahap ketiga khusus untuk pengujian teknologi hipersonik.
Keberhasilan operasional sepanjang kampanye 2025 ini ditutup dengan catatan sempurna: tingkat keberhasilan misi mencapai 100% untuk seluruh 21 penerbangan. Ini adalah tonggak pencapaian yang sangat penting dalam industri peluncuran antariksa. Pendiri sekaligus CEO Rocket Lab, Sir Peter Beck, menekankan bahwa laju peluncuran yang memecahkan rekor ini menunjukkan dampak signifikan yang telah diciptakan oleh Electron bagi industri antariksa global. Untuk peluncuran orbital berikutnya, jadwal telah ditetapkan pada kuartal pertama tahun 2026.
Satelit QPS-SAR-15 yang baru diluncurkan ini dirancang untuk memperkuat konstelasi radar apertur sintetis (SAR) milik iQPS. Teknologi SAR yang dipatenkan ini memungkinkan pengumpulan citra resolusi tinggi tanpa terpengaruh oleh kondisi cuaca mendung atau waktu siang dan malam. iQPS berencana untuk memperluas konstelasi ini hingga mencapai 36 satelit. Tujuannya adalah untuk menyediakan 'Layanan Penyediaan Data Hampir Waktu Nyata' dengan interval pengamatan global rata-rata hanya 10 menit. Kemitraan antara Rocket Lab dan iQPS semakin menguat sejak tahun 2023; ini merupakan misi ketujuh bagi perusahaan Jepang tersebut, dan mereka telah mengamankan komitmen untuk lima peluncuran Electron tambahan sepanjang tahun 2026.
Konsistensi operasional yang berkelanjutan ini dilengkapi dengan pencapaian terbaru Rocket Lab: memenangkan kontrak senilai 816 juta dolar AS pada Desember 2025 dari Badan Pengembangan Antariksa Amerika Serikat (SDA). Kontrak ini mencakup pembangunan 18 satelit untuk program Tracking Layer Tranche 3. Sir Peter Beck mengindikasikan bahwa rencana untuk tahun 2026 mencakup perluasan jangkauan penyebaran global untuk pelanggan konstelasi, pelaksanaan misi khusus bagi badan-badan antariksa internasional di Jepang dan Eropa, serta dukungan berkelanjutan untuk aplikasi pertahanan terkait teknologi hipersonik.
Sumber-sumber
Space.com
Rocket Lab Achieves Record 21st Successful Electron Launch of 2025 for iQPS Mission
Rocket Lab ends 2025 with 21 Electron launches, 100% success | RKLB Stock News
Rocket Lab launches final mission of 2025, sends Japanese Earth-observing satellite to orbit (video) | Space
Rocket Lab Gains Steam as Defense Revenue Adds Stability to the Growth Story
"The Wisdom God Guides" Mission: QPS-SAR-15 Scheduled for Launch Aboard Rocket Lab's Electron | iQPS Inc.
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
