Pendaratan Mulus HTV-X: Tonggak Baru Logistik Antariksa dan Penguatan Kolaborasi Global

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

JAXA HTV-X1 kargo pertemuan dan penangkapan

Wahana kargo terbaru Jepang, HTV-X, mencatat momen bersejarah pada 28 Oktober 2025 dengan keberhasilan pendaratan dan penjangkaran mulus di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pencapaian ini tidak hanya mengamankan penyediaan pasokan vital, tetapi juga menegaskan kapabilitas Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dalam menyempurnakan sistem pengiriman generasi mendatang menuju ISS.

Peluncuran wahana canggih ini dilaksanakan tiga hari sebelumnya, pada 25 Oktober 2025, dari Tanegashima Space Center, didukung oleh roket H3. HTV-X membawa muatan penting seberat sekitar 4.080 kilogram (9.000 pon), yang mencakup kebutuhan esensial seperti makanan dan peralatan bagi para astronaut di stasiun. Momen penangkapan dilakukan oleh lengan robotik Canadarm2, disaksikan oleh astronaut NASA Zena Cardman dan astronaut JAXA Kimiya Yui, yang mengendalikan sistem penjangkaran sekitar pukul 11:50 a.m. EDT (1550 GMT).

Tonggak ini menandai evolusi signifikan dari pendahulunya, H-II Transfer Vehicle (HTV) atau 'Kounotori', yang telah menyelesaikan sembilan misi sukses antara tahun 2009 hingga 2020. HTV-X hadir dengan peningkatan substansial, dirancang untuk membawa beban hingga sekitar 6.000 kilogram (13.200 pon), sebuah peningkatan kapasitas yang memberikan fleksibilitas operasional lebih besar bagi semua mitra ISS. Institusi utama di balik pencapaian ini adalah JAXA dan mitra mereka, NASA, yang terus berupaya menjaga keberlangsungan operasional ISS.

Selain peningkatan daya angkut, HTV-X membawa dimensi utilitas baru. Wahana ini memiliki kemampuan untuk tetap berada di orbit hingga 18 bulan setelah meninggalkan ISS untuk menjalankan berbagai demonstrasi teknologi yang strategis. Kemampuan baru ini melampaui peran konvensional sebagai pengangkut barang semata, membuka cakrawala baru dalam pengembangan sistem antariksa. Keberhasilan berlabuh ini menggarisbawahi komitmen Jepang untuk memajukan logistik antariksa sekaligus memperkuat kerja sama internasional.

Upaya peningkatan efisiensi rantai pasok juga terlihat di sektor lain. Sebagai ilustrasi, di logistik darat nasional, terdapat upaya pengembangan ekosistem berbasis rel untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan kecepatan pengiriman komoditas. PT Kereta Api Indonesia (Persero), misalnya, memperkuat komitmennya dengan merencanakan pembangunan dry port di Kabupaten Batang untuk mendukung angkutan logistik terpadu, mengantisipasi pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah. Upaya penyempurnaan sistem yang ada, baik di bumi maupun di angkasa, menunjukkan bahwa kemajuan terwujud melalui perluasan fungsi di luar tujuan awalnya.

Sumber-sumber

  • Space.com

  • The New JAXA HTV-X Spacecraft Launched for the First Time

  • Japanese HTV cargo ship, the last of its kind, launches to International Space Station

  • Japanese Cargo Craft Completes Station Mission

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.