Psikologi Warna Makanan Mempengaruhi Persepsi Rasa dan Kebiasaan Konsumsi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Warna, tekstur, dan bentuk sajian makanan terbukti secara signifikan dapat memodifikasi persepsi indrawi terhadap rasa dan memengaruhi nafsu makan seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia memproses isyarat visual ini bahkan sebelum makanan menyentuh lidah, membentuk ekspektasi rasa dan keinginan untuk mengonsumsi. Warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan energi dan stimulasi nafsu makan, menjadikannya pilihan dominan dalam strategi merek industri makanan cepat saji.
Spektrum warna hangat ini memicu respons psikologis yang positif; warna merah sering dihubungkan dengan gairah dan energi, mendorong konsumsi cepat, sementara kuning diasosiasikan dengan keceriaan dan rasa bahagia, yang dapat membuat konsumen merasa lebih nyaman dan lapar secara tidak sadar. Sebagai ilustrasi, warna kuning sering digunakan di kafe untuk mendorong interaksi sosial yang lebih aktif di antara pelanggan.
Sebaliknya, warna-warna dingin seperti biru, hijau, dan abu-abu cenderung memiliki efek yang berlawanan dalam konteks makanan. Warna biru, yang jarang ditemukan pada sumber makanan alami, secara naluriah cenderung dihindari oleh insting primer manusia dan terbukti dapat menekan nafsu makan, bahkan dapat menimbulkan perasaan relaksasi atau kantuk. Konsultan warna Leslie Harrington menyebutkan bahwa kombinasi warna putih dan biru ideal untuk dapur guna mengontrol asupan makan.
Meskipun demikian, warna hijau sering dikaitkan dengan kesegaran, kesehatan, dan alam, sehingga cocok untuk salad atau minuman alami, dan dapat mendorong pemilihan porsi yang lebih seimbang. Dalam spektrum netral, makanan berwarna putih berfungsi sebagai latar belakang yang memungkinkan warna lain menonjol, namun penyajian yang terlalu didominasi warna putih dapat dipersepsikan sebagai hambar oleh beberapa pengamat. Sementara itu, makanan berwarna hitam menciptakan visual yang dramatis, namun asosiasi historisnya dengan potensi pembusukan atau bahaya dapat menghambat keinginan untuk mengonsumsi, membuat warna gelap seperti hitam dan cokelat tua umumnya dianggap kurang menarik.
Untuk optimasi visual dan persepsi pada tahun 2026, terdapat rekomendasi spesifik yang berfokus pada manipulasi warna untuk tujuan tertentu. Disarankan untuk memanfaatkan warna biru atau abu-abu sebagai alat untuk membantu manajemen porsi makan, sementara warna kuning direkomendasikan secara strategis untuk merangsang nafsu makan pada populasi anak-anak. Selain itu, warna putih dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan persepsi manis pada hidangan penutup, dan penggunaan warna hitam yang kontras dianjurkan untuk menonjolkan daya tarik visual dari komponen makanan lainnya, bukan sebagai warna dominan. Pemahaman mendalam mengenai psikologi warna ini menjadi strategi krusial dalam merek kuliner untuk membentuk ekspektasi dan loyalitas pelanggan.
6 Tampilan
Sumber-sumber
unian
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
