Kraig Biocraft Laboratories Memulai Pengiriman Sampel Komersial Sutra Laba-laba Rekombinan
Diedit oleh: Katerina S.
Kraig Biocraft Laboratories telah secara resmi memulai fase krusial dalam penetrasi pasar dengan mendistribusikan sampel komersial pertama dari sutra laba-laba rekombinan inovatif mereka. Perusahaan saat ini tengah menyiapkan pengiriman biomaterial canggih tersebut kepada tiga produsen terkemuka yang beroperasi di segmen mode kelas atas dan tekstil berteknologi tinggi. Langkah strategis ini menandai transisi penting dari tahap penelitian laboratorium menuju kesiapan komersialisasi penuh, menghadirkan material yang tidak hanya memiliki kekuatan luar biasa tetapi juga sepenuhnya dapat terurai secara alami. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan di industri tekstil global yang kini menghadapi tekanan regulasi lingkungan yang semakin ketat.
Di antara para mitra yang menerima sampel awal tersebut, terdapat dua perusahaan yang mengkhususkan diri pada produksi pakaian olahraga performa tinggi dan satu perusahaan yang bergerak di bidang tekstil mewah. Para produsen ini akan melakukan serangkaian evaluasi teknis terhadap serat tersebut untuk menilai potensinya dalam kontrak produksi jangka panjang. Keberhasilan tahap pengujian ini diharapkan dapat membuka jalan bagi integrasi sutra laba-laba ke dalam lini produk konsumen yang membutuhkan kombinasi unik antara daya tahan dan keberlanjutan lingkungan.
Ketertarikan terhadap sutra laba-laba telah berlangsung selama berabad-abad karena karakteristiknya yang legendaris, yakni lima kali lebih kuat daripada baja dan memiliki elastisitas yang melampaui nilon. Namun, upaya untuk memproduksinya secara massal selalu terbentur pada sifat kanibalistik laba-laba yang membuat budidaya dalam skala besar menjadi tidak praktis. Kraig Biocraft Laboratories, yang didirikan pada tahun 2006, berhasil mengatasi tantangan ini melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Notre Dame dan Sigma-Aldrich. Mereka mengembangkan ulat sutra transgenik dengan menyuntikkan gen sutra dari laba-laba Darwin ke dalam genom ulat sutra, sehingga menghasilkan kokon yang mengandung 90% protein sutra laba-laba.
Metode produksi yang dikembangkan oleh Kraig Biocraft Laboratories diklaim jauh lebih efisien dan hemat biaya dibandingkan dengan metode fermentasi yang menggunakan bakteri atau ragi. Pada tahun 2019, melalui anak perusahaannya, Prodigy Textiles LLC, mereka mendirikan fasilitas produksi khusus di Vietnam untuk memproduksi serat sutra laba-laba ini dalam skala industri. Baru-baru ini, perusahaan juga melakukan ekspansi infrastruktur yang signifikan, termasuk akuisisi lahan pohon murbei untuk memastikan ketersediaan pakan bagi ulat sutra mereka. Dengan pengembangan ini, target kapasitas produksi diproyeksikan mampu melampaui satu metrik ton setiap bulannya.
Karakteristik mekanis yang unik dari sutra laba-laba, seperti kekuatan tarik yang tinggi, fleksibilitas, dan bobot yang sangat ringan, menjadikannya material masa depan untuk berbagai aplikasi luas. Potensinya mencakup pengembangan bahan tahan balistik hingga kebutuhan medis khusus, seperti perban penghenti darah yang inovatif. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah menjaga stabilitas kualitas serat seiring dengan peningkatan volume produksi, sekaligus meyakinkan para produsen global mengenai nilai strategis dari transisi menuju penggunaan material bio-sintetik yang revolusioner ini.
19 Tampilan
Sumber-sumber
Benzinga
24/7 Market News
MarketScreener
Kraig Biocraft Laboratories: Spider Silk Technology Company
Kraig Biocraft Laboratories News
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
