LVK mengumumkan publikasi katalog terbaru dari semua peristiwa gelombang gravitasi yang diamati hingga Januari 2024, berjudul Gravitational-Wave Transient Catalogue-4.0 (GWTC-4).
Pada bulan Maret 2026, dunia astronomi gelombang gravitasi mencapai tonggak sejarah baru melalui pengumuman katalog GWTC-4 oleh kolaborasi internasional LIGO-Virgo-KAGRA (LVK). Kumpulan data komprehensif ini, yang telah diterbitkan secara resmi dalam jurnal ilmiah bergengsi Astrophysical Journal Letters, memperluas basis data gangguan ruang-waktu yang pernah tercatat secara signifikan. Penemuan ini sekaligus memperkuat kebenaran teori relativitas umum yang diprediksi oleh Albert Einstein pada tahun 1915 silam, membuktikan bahwa teknologi modern kini mampu menangkap riak-riak halus di alam semesta dengan presisi yang luar biasa.
Katalog GWTC-4 mencakup 128 sumber gelombang gravitasi baru yang berhasil dideteksi selama fase pertama siklus pengamatan keempat (O4a). Periode pengamatan ini berlangsung dari Mei 2023 hingga Januari 2024, menghasilkan lonjakan data yang sangat besar dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya. Sebagai perbandingan, jumlah deteksi dalam katalog terbaru ini lebih dari dua kali lipat ukuran katalog terdahulu yang hanya mencatat 90 peristiwa dari tiga kampanye pengamatan sebelumnya. Meskipun versi awal 4.0 sempat diperkenalkan kepada publik pada Agustus 2025, pengakuan ilmiah secara formal dan menyeluruh baru dikukuhkan pada tahun 2026.
Rangkaian deteksi terbaru ini mencakup berbagai fenomena penggabungan objek kompak yang sangat masif di luar angkasa. Massa komponen lubang hitam dalam sistem biner ini ditemukan bervariasi secara luas, mulai dari 5,79 hingga mencapai 137 kali massa matahari. Salah satu peristiwa yang paling mencuri perhatian adalah GW231123_135430, yang diidentifikasi sebagai penggabungan lubang hitam biner dengan massa terbesar yang pernah didokumentasikan hingga saat ini. Kelimpahan data mengenai lubang hitam ini memberikan dampak langsung terhadap pemahaman ilmuwan mengenai proses evolusi bintang dan mekanisme pembentukannya, serta membantu menyempurnakan pengukuran kosmologis penting seperti konstanta Hubble.
Keberhasilan luar biasa ini merupakan hasil kerja keras jaringan observatorium global yang terdiri dari Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Amerika Serikat, interferometer Virgo di Italia, dan detektor Kamioka Gravitational Wave Detector (KAGRA) di Jepang. Momen ini menjadi sangat istimewa karena KAGRA untuk pertama kalinya berpartisipasi penuh dalam pengumpulan data ilmiah bersama LIGO dan Virgo sepanjang siklus O4. Siklus pengamatan keempat ini sendiri dimulai pada Mei 2023 dan berakhir pada 18 November 2025, menjadikannya periode pengamatan terlama dalam sejarah jaringan tersebut. Dari sekitar 250 kandidat sinyal yang terdaftar secara real-time selama O4, sebanyak 128 di antaranya berhasil divalidasi masuk ke dalam katalog GWTC-4.0, yang menunjukkan peningkatan sensitivitas detektor yang sangat pesat.
Peluncuran GWTC-4 menandai kemajuan signifikan dalam bidang astrofisika observasional, menyediakan tumpukan data masif untuk menguji teori relativitas umum dan mempelajari populasi objek kompak di alam semesta. Penemuan mengenai penggabungan asimetris serta pencatatan merger paling masif hingga saat ini memberikan batasan empiris yang sangat krusial bagi pengembangan model teoretis masa depan. Menatap ke depan, kolaborasi LVK telah merencanakan siklus pengamatan berikutnya yang disebut sebagai IR1. Siklus enam bulan ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir musim panas atau awal musim gugur tahun 2026, setelah serangkaian peningkatan perangkat keras dilakukan untuk mencapai tingkat akurasi yang lebih tinggi lagi.