Arkeologi Magnetik: Model Baru Hubungkan Medan Magnet Katai Putih dengan Pendahulu Raksasanya

Diedit oleh: undefined undefined

Bintang-bintang tidak hanya bola gas yang berkedip, tetapi kapsul waktu magnetik.

Tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh para ahli dari Institute of Science and Technology Austria (ISTA) telah mempresentasikan model teoritis yang untuk pertama kalinya menetapkan hubungan langsung antara medan magnet yang terdeteksi di permukaan bintang katai putih dengan medan magnet yang ditemukan di inti pendahulunya, yaitu bintang raksasa merah. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Astronomy & Astrophysics" pada awal tahun 2026 ini memperkuat konsep "medan fosil", yang menyatakan bahwa medan magnet terbentuk pada tahap awal kehidupan bintang dan bertahan selama seluruh proses evolusi selanjutnya.

Stars, not just twinkling gas balls, are magnetic time capsules. Starquakes reveal their ancient secrets. The fossil field idea was fading in popularity among white dwarf experts. Fresh data from red giants and clever modeling resurrect it, proving that a star’s turbulent youth

Image
Image
Image
1
Reply

Gaya magnetik yang muncul pada kehidupan awal sebuah bintang bertahan miliaran tahun dalam bentuk medan fosil, menghubungkan magnetisme tersembunyi inti bintang raksasa merah dengan sisa-sisa mati mereka — bintang putih kerdil.

Penelitian berjudul "Arkeologi Magnetik Katai Putih" yang melibatkan peran kunci mahasiswa doktoral Lukas Einramhof dan profesor madya Lisa Bugnet dari ISTA ini menggunakan data asteroseismologi untuk mengalibrasi perhitungannya. Terobosan ini sangat krusial untuk memahami proses evolusi bintang, termasuk masa depan jauh Matahari kita yang saat ini merupakan bintang deret utama berusia 4,6 miliar tahun. Pengukuran asteroseismik yang mempelajari fluktuasi kecerahan akibat gelombang akustik dan gravitasi telah memberikan bukti adanya medan magnet yang kuat di dalam interior radiasi bintang raksasa merah.

Karena katai putih merupakan inti terbuka dari raksasa merah yang telah melepaskan lapisan luarnya, studi baru ini berhasil mencocokkan intensitas medan magnet yang terukur pada inti raksasa dengan prediksi untuk katai putih yang termagnetisasi. Hal ini memperkuat teori "medan fosil" sebagai penjelasan yang masuk akal bagi magnetisme bintang. Simulasi yang dilakukan oleh tim tersebut, khususnya untuk bintang bermassa 1,5 kali massa Matahari, menunjukkan bahwa medan magnet yang terkait dengan inti konvektif pada fase deret utama akan "terkurung" terlalu dalam di dalam inti selama fase raksasa merah sehingga tidak sesuai dengan medan magnet katai putih yang diamati.

Perhitungan menunjukkan bahwa jika medan magnet terbentuk di inti pada fase deret utama atau mengisi inti radiasi seiring evolusi bintang di cabang raksasa merah, maka intensitas medan terukur yang terkait dengan selubung pembakaran hidrogen pada raksasa merah akan selaras dengan amplitudo medan pada katai putih yang termagnetisasi. Simulasi tersebut juga mengindikasikan bahwa medan magnet dapat bertahan dalam bentuk struktur selubung, di mana kekuatan medan di bagian tepi melampaui bagian pusat, bahkan setelah lapisan luar terlepas.

Salah satu pertanyaan kunci yang belum terjawab adalah apakah inti Matahari saat ini memiliki medan magnet, mengingat model standar sering kali mengasumsikan sebaliknya. Magnetisasi pada inti Matahari dapat mengubah prediksi mengenai masa pakainya, yang berpotensi memungkinkan bintang tersebut menyalurkan hidrogen ke inti bagian dalam dan dengan demikian memperpanjang usianya. Penelitian ISTA yang didanai sebagian oleh Dewan Riset Eropa ini memberikan kejelasan mengenai "memori magnetik" bintang dengan menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam siklus hidup mereka.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • science.apa.at

  • Informationdienst Wissenschaft e.V. - idw

  • IDN Times

  • Astronomy & Astrophysics (A&A)

  • Starquakes and the Archaeology of Stellar Magnetism - ISTA

  • Magneto-Archeology of White Dwarfs. Revisiting the fossil field scenario with observational constraints during the red giant branch - arXiv

  • Magneto-Archeology of White Dwarfs. Revisiting the fossil field scenario with observational constraints during the red giant branch - arXiv

  • Bugnet Group - ISTA

  • Astronomy & Astrophysics

  • Institute of Science and Technology Austria (ISTA)

  • Institute of Science and Technology Austria (ISTA)

  • NASA

  • Space

  • PRNewswire

  • Astronomy Magazine

  • Wikipedia

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.