Cuaca Dingin Ekstrem Eropa Sebabkan Gangguan Perjalanan Meluas dan Korban Jiwa
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Gelombang cuaca musim dingin yang parah terus menyelimuti sebagian besar kawasan Eropa per tanggal 7 Januari 2026, memicu disrupsi signifikan pada sektor transportasi dan infrastruktur di berbagai negara. Fenomena atmosfer ekstrem ini tidak hanya menyebabkan suhu anjlok drastis tetapi juga membawa dampak sosial dan logistik yang meluas di seluruh benua tersebut, menuntut kewaspadaan tinggi dari otoritas dan masyarakat untuk memitigasi risiko yang timbul dari kondisi jalan yang berbahaya dan pembatalan layanan publik.
Di Belanda, maskapai KLM mengambil langkah antisipatif dengan membatalkan total 600 jadwal penerbangan untuk hari Rabu, 7 Januari, menyusul pembatalan 400 penerbangan pada hari sebelumnya akibat ancaman badai salju baru. Bandara Schiphol, salah satu penghubung udara utama Eropa, mencatat hari kedua berturut-turut pembatalan perjalanan massal. Selain itu, suhu di negara tersebut yang sempat berada di bawah minus 10 derajat Celsius menyebabkan jaringan kereta api sempat berhenti beroperasi, meskipun layanan kereta nasional mulai pulih terbatas setelah pukul 10.00 waktu setempat.
Prancis juga menghadapi kemacetan penerbangan substansial, di mana Bandara Paris Charles de Gaulle memangkas setidaknya 40% dari penerbangan hari Rabu guna memfasilitasi operasi pembersihan salju dan penanggulangan es. Situasi di Prancis diperparah oleh insiden fatal di jalan raya; sedikitnya lima orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh lapisan es tipis (*black ice*) sejak Senin, 5 Januari 2026. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, mengakui bahwa Biro Cuaca Nasional, Météo-France, sedikit meremehkan intensitas badai salju di sekitar ibu kota, meskipun ia mengklaim proses evakuasi lebih baik dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2018.
Sementara itu, Jerman mencatat suhu di bawah minus 10 derajat Celsius di wilayah selatan dan timur pada Selasa pagi, dan Inggris mencatat malam terdingin sepanjang musim dingin ini dengan termometer menunjukkan angka -12.5 derajat Celsius di Norfolk pada malam menjelang 6 Januari. Meskipun beberapa bandara di Inggris telah kembali beroperasi setelah sempat ditutup, gangguan perjalanan masih meluas, termasuk penutupan lebih dari 300 sekolah di Skotlandia dan gangguan parah pada layanan kereta api. Kondisi meteorologis keras ini juga berdampak di kawasan Balkan Barat, di mana kombinasi salju tebal dan hujan mengakibatkan korban jiwa serta banjir, dengan laporan kematian terkonfirmasi di Sarajevo.
Fenomena cuaca ekstrem ini, yang melanda Eropa sejak Selasa, 6 Januari, diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan, mendorong otoritas transportasi di berbagai negara untuk mengimbau warga membatasi perjalanan dan mengutamakan keselamatan. Perkembangan ini menyoroti kerentanan infrastruktur Eropa terhadap fluktuasi suhu ekstrem yang tiba-tiba.
14 Tampilan
Sumber-sumber
Otago Daily Times Online News
Aachener Zeitung
Deutschlandfunk
Mirror
SiOL
unn.ua
Travel Weekly
Travel Weekly
Vertex AI Search
Helsinki Times
Wikipedia
Krankenhaus Jülich
proplanta.de
Stadt Jülich
Apotheken Umschau
Radio Rur
Deutschlandfunk
Deutschlandfunk
Aktuelle Nachrichten und Informationen
Wettervorhersage Deutschland (06.01.2026)
Wetter Deutschland im Januar 2026
ITV News
Met Office
Yorkshire Live
Express
The Independent
ARSO (Vremenska napoved za Slovenijo - 6. 1. 2026)
Delo (Sneženje naj bi oslabelo, še vedno so možne težave v prometu)
Ljubljanainfo.com (Nas bo zeblo, kot nas že dolgo ni? Jutri do minus 14 stopinj Celzija)
AMZS (Stanje na slovenskih cestah in mejnih prehodih - 7. 1. 2026)
UNN
Главком
Ukrainianwall.com
Ділова столиця
Obozrevatel
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
