Gempa berkekuatan 4.6 mengguncang Gunung Kilauea di Hawaii, melepaskan semburan magma besar ke atmosfer
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Lereng Selatan Kilauea Pasca-Penghentian Letusan
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Sebuah guncangan seismik berkekuatan magnitudo 4,6 melanda dekat Gunung Kilauea di Hawaii pada larut malam Rabu, 26 November 2025. Pusat gempa ini, menurut data dari United States Geological Survey (USGS), teridentifikasi berada di lereng selatan gunung berapi tersebut. Peristiwa seismik ini terjadi hanya dalam kurun waktu sepuluh menit setelah penghentian aktivitas semburan lava Episode 37 Kilauea, namun USGS menyatakan bahwa guncangan tersebut tidak tampak terkait langsung dengan letusan vulkanik yang baru saja berakhir.
Kilauea kembali hidup saat semburan lava yang menjulang tinggi meluncur ratusan kaki ke udara, webcam merekam ledakan dramatik dari beberapa vent sebelum erupsi sembilan jam berakhir.
Hawaiian Volcano Observatory (HVO), observatorium USGS, mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas gempa di wilayah tersebut disebabkan oleh pergerakan pada lereng selatan Kilauea itu sendiri. Badan Darurat Hawaii segera memberikan informasi bahwa tidak ada potensi tsunami yang timbul akibat guncangan ini, dan hingga laporan awal, belum ada kerusakan signifikan yang dilaporkan. Kedalaman gempa tercatat sekitar tiga mil di bawah permukaan bumi, sebuah parameter yang konsisten dengan pergeseran sepanjang sesar di lereng selatan Kilauea.
Meskipun tidak terkait langsung dengan letusan, peristiwa ini menegaskan kembali dinamika geologis kompleks Kilauea, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dengan riwayat letusan berkelanjutan sejak tahun 1983. Konteks vulkanik yang lebih luas menunjukkan serangkaian aktivitas signifikan menjelang akhir November 2025; erupsi sebelumnya terjadi pada Minggu, 9 November 2025, ditandai dengan semburan lava mencapai ketinggian 335 meter, yang saat itu memaksa penetapan tingkat siaga penerbangan pada level 'Oranye' dan tingkat siaga vulkanik pada 'Watch'.
Aktivitas seismik yang meningkat sering menyertai fase-fase erupsi, seperti yang terlihat pada letusan sebelumnya di mana lebih dari 200 laporan dirasakan tercatat di situs web USGS 'Did You Feel It?' dalam satu jam pertama setelah gempa magnitudo 4,6 ini. Pengawasan terus dilakukan oleh USGS-HVO terhadap semua gunung berapi di Hawaii, termasuk pemantauan terhadap Mauna Loa yang berdekatan. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan berkelanjutan dari lembaga seperti Maui Emergency Management Agency, yang juga memantau situasi bersama dengan USGS.
Peristiwa gempa ini berfungsi sebagai pengingat akan potensi energi tektonik yang tersimpan di bawah Pulau Hawaii, meskipun gempa susulan seperti ini merupakan bagian dari rezim tektonik normal yang didorong oleh pergerakan lereng gunung yang besar. Analisis gelombang seismik dan lokasi gempa menguatkan hipotesis bahwa pergeseran terjadi sepanjang sesar di lereng selatan, sebuah mekanisme yang telah lama dipahami oleh para ahli geologi di Hawaii.
Sumber-sumber
New York Post
FOX Weather
KSAT
Big Island Video News
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
