Kedipan Lambat Kucing Memperkuat Ikatan Lintas Spesies, Penelitian Mengonfirmasi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Penelitian ilmiah terbaru menggarisbawahi bahwa isyarat visual sederhana yang dikenal sebagai 'kedipan lambat' atau 'slow blink' berpotensi signifikan dalam mempererat ikatan antara manusia dan kucing domestik. Tindakan ini meniru ekspresi kepuasan dan ketenangan yang lazim ditunjukkan oleh kucing, berfungsi sebagai sinyal niat baik yang dapat dipahami oleh hewan tersebut.
Studi yang dipimpin oleh Profesor Karen McComb dari Universitas Sussex ini memberikan landasan empiris bagi intuisi yang selama ini dipegang oleh pemilik kucing. Eksperimen yang dirancang secara cermat memvalidasi efektivitas komunikasi non-verbal ini. Dalam pengujian, kucing menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk membalas kedipan lambat yang diinisiasi oleh pemiliknya, dibandingkan dengan periode tanpa interaksi. Selain itu, dalam studi terpisah, kucing lebih bersedia mendekati tangan yang terulur setelah menerima gestur kedipan lambat, berbeda dengan saat peneliti menampilkan ekspresi wajah netral. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedipan lambat diinterpretasikan secara universal oleh kucing sebagai undangan bersahabat dan sinyal keamanan.
Prosedur kedipan lambat yang dimaksud melibatkan serangkaian gerakan mata spesifik: menyipitkan mata secara bertahap, menutup mata perlahan, dan kemudian membukanya kembali dengan kecepatan yang sama. Para ilmuwan menekankan kontras perilaku ini dengan tatapan mata yang terus-menerus dan tanpa berkedip, yang sering ditafsirkan oleh kucing sebagai gestur mengancam atau konfrontatif. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, yang juga melibatkan Dr. Tasmin Humphrey, menunjukkan bahwa meniru 'senyum kucing' ini membuat manusia tampak lebih menarik bagi kucing.
Tindakan ini bahkan dapat memicu pelepasan oksitosin, yang dikenal sebagai 'hormon ikatan', pada manusia saat berinteraksi positif dengan kucing, sekaligus menurunkan kadar kortisol, hormon stres. Hal ini menciptakan lingkaran umpan balik biokimiawi yang memperkuat rasa tenang dan saling percaya antara kedua spesies. Meskipun interaksi manusia dan kucing telah terjalin sejak ribuan tahun lalu, pemahaman mendalam mengenai kebutuhan emosional dan komunikasi kucing sering kali masih minim, dengan pandangan umum cenderung membandingkan mereka dengan anjing yang lebih responsif secara terbuka.
Mengadopsi kedipan lambat ini dapat berfungsi sebagai praktik micro-mindfulness bagi manusia. Tindakan ini mendorong pemilik untuk menghentikan sejenak, melembutkan pandangan, dan mengistirahatkan sistem saraf, mengubah interaksi menjadi latihan kesadaran yang saling menguntungkan. Dengan mempraktikkan isyarat ini secara konsisten, pemilik tidak hanya meningkatkan penerimaan kucing tetapi juga mengasah kemampuan mereka untuk hadir sepenuhnya dalam momen bersama sahabat berbulu mereka, memperkaya hubungan interpersonal dengan spesies yang sering dianggap soliter ini.
13 Tampilan
Sumber-sumber
ScienceAlert
ScienceAlert
The Jerusalem Post
ResearchGate
The Optimist Daily
MRCVSonline
Broadcast
BBC Science Focus Magazine
PEOPLE
University of Sussex
Ask A Vet
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



