Penamaan Baru untuk Paus Kanan Atlantik Utara yang Terancam Punah: Penguatan Upaya Konservasi

Diedit oleh: Olga Samsonova

Para peneliti di New England Aquarium baru-baru ini mengumumkan penambahan delapan belas nama baru ke dalam katalog Paus Kanan Atlantik Utara, sebuah langkah tahunan yang krusial untuk mendukung upaya pelacakan individu dalam populasi yang sangat rentan ini. Tindakan ini merupakan fondasi penting bagi konservasi yang lebih terarah terhadap mamalia laut yang terancam punah ini.

Penambahan delapan belas nama baru, termasuk 'Lasagna,' 'Scorpion,' 'Dandelion,' 'Taffy,' 'Spectre,' dan 'Athena,' meningkatkan jumlah total individu yang teridentifikasi menjadi 384 ekor. Angka populasi yang diperkirakan untuk tahun 2024 ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,1 persen dari estimasi tahun 2023 yang direvisi menjadi 376. Meskipun peningkatan ini kecil, para ilmuwan menyambutnya sebagai tanda stabilisasi setelah penurunan tajam yang terjadi akibat perburuan intensif pada awal 1890-an. Nama-nama baru tersebut dipilih berdasarkan ciri fisik khas atau fakta teridentifikasi mengenai setiap paus, sebuah metode yang memfasilitasi identifikasi cepat di lapangan. Proses seleksi nama ini merupakan kolaborasi riset yang disaring melalui sistem pemungutan suara pilihan berperingkat.

Meskipun ada sedikit kenaikan dalam estimasi populasi, Paus Kanan Atlantik Utara tetap menghadapi bahaya signifikan yang bersumber dari aktivitas manusia. Ancaman utama yang terus membayangi kelangsungan hidup mereka adalah jeratan pada peralatan penangkapan ikan dan tabrakan dengan kapal. Situasi ini menegaskan perlunya langkah-langkah perlindungan yang kuat dan berkelanjutan untuk memungkinkan pemulihan populasi.

Kondisi lingkungan turut memperumit tantangan konservasi. Studi menunjukkan bahwa pemanasan di Teluk Maine telah menyebabkan suhu air laut meningkat secara signifikan, yang berdampak pada ketersediaan krustasea berlemak, sumber makanan utama paus. Ketika paus betina gagal membangun cadangan lemak yang memadai, kemampuan mereka untuk bereproduksi terhambat, yang mengakibatkan penurunan tingkat kelahiran sejak tahun 2010. Perubahan pola migrasi untuk mencari makanan, seperti yang terlihat di Teluk St. Lawrence pada tahun 2015, seringkali membawa mereka ke wilayah dengan regulasi perlindungan yang kurang ketat, meningkatkan risiko tabrakan dan jeratan. Mengatasi tantangan ini memerlukan penyesuaian mendalam pada interaksi manusia dengan lautan, memastikan upaya pelestarian berfokus pada mitigasi akar penyebab bahaya eksternal.

Sumber-sumber

  • Boston Herald

  • Meet the Newly Named Right Whales of 2025 - New England Aquarium

  • 2024–2025 North Atlantic Right Whale Mother and Calf Pairs - New England Aquarium

  • Scientists unveil new names for 19 North Atlantic right whales - New England Aquarium

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.