Pemilihan Kesendirian Sadar Terbukti Kurangi Stres dan Perkuat Otonomi Pribadi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Temuan psikologi terbaru mengindikasikan bahwa keputusan untuk memilih kesendirian, alih-alih interaksi sosial, berkorelasi signifikan dengan penurunan tingkat stres harian dan peningkatan persepsi otonomi pribadi. Penelitian yang dilakukan terhadap partisipan di Inggris Raya dan Amerika Serikat secara spesifik mengamati fenomena 'solitude' atau kesendirian yang disengaja, mengaitkannya dengan berkurangnya beban stres sehari-hari dan penguatan rasa penentuan nasib sendiri.
Otonomi pribadi, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk membentuk keyakinan dan keinginan secara rasional serta mempertahankan pengarahan diri, merupakan sasaran utama dalam kesehatan mental dan psikoterapi. Manfaat restoratif dari kesendirian ini sangat bergantung pada sifatnya yang merupakan pilihan sadar; sebaliknya, isolasi yang dipaksakan terbukti memberikan dampak negatif pada kondisi psikologis. Para peneliti menekaskan bahwa penarikan diri yang diarahkan sendiri ini berfungsi sebagai mekanisme penyeimbang emosional yang krusial dalam lanskap dunia yang semakin terhubung secara hiper.
Kemampuan untuk menikmati kebersamaan dengan diri sendiri kini diakui sebagai keterampilan bertahan hidup emosional esensial, yang pada akhirnya memungkinkan individu untuk terlibat dalam interaksi sosial yang lebih kaya dan bermakna saat mereka memilih untuk terhubung kembali. Meskipun kesendirian yang dipilih memiliki fungsi meregenerasi sistem saraf untuk regulasi diri, interaksi antarmanusia tetap merupakan komponen vital untuk kesejahteraan jangka panjang. Sebagai ilustrasi, penelitian pada dewasa awal menemukan korelasi positif signifikan sebesar 0,585 antara peningkatan kesepian dan peningkatan stres pada 271 partisipan berusia 20 hingga 30 tahun, menggarisbawahi bahwa ketidakseimbangan waktu sendiri dan waktu sosial dapat memicu tekanan psikologis.
Kesendirian yang positif, sering disamakan dengan 'me time', memungkinkan individu untuk mengisi ulang energi dan berefleksi, membantu dalam penanganan pengalaman negatif seperti stres dan kelelahan, serta dapat meningkatkan konsentrasi dan memori. Menurut Thuy-vy Nguyen, asisten profesor psikologi di Universitas Durham, kesendirian dapat memberikan manfaat jika seseorang terbuka untuk menolak ajakan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Mengelola waktu sendiri secara teratur, bahkan disarankan minimal lima kali dalam periode 24 jam, dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial karena setiap orang belajar menghargai waktu untuk mengurus diri sendiri.
Kondisi psikologis yang baik, yang mencakup otonomi dan harga diri, memiliki kaitan erat dengan kesehatan fisik; kesepian yang berkepanjangan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung menurut beberapa penelitian. Oleh karena itu, penguasaan terhadap kesendirian yang konstruktif merupakan kompetensi emosional yang memungkinkan individu menavigasi kompleksitas kehidupan modern dengan ketahanan yang lebih besar, mendukung fungsi psikologis yang optimal.
14 Tampilan
Sumber-sumber
El Observador Mexico
University of Reading
PubMed
Madmilsbakehouse
Psychology Today Australia
Commonly
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
