Psikologi Desain Membentuk Ruang Urban dan Warisan Fungsionalis Josef Hoffmann

Diedit oleh: Irena I

Inovasi desain kontemporer semakin memanfaatkan prinsip-prinsip psikologis untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam lanskap urban modern, melampaui pertimbangan estetika semata. Pendekatan ini, yang berakar pada psikologi lingkungan, mengkaji relasi antara perilaku penghuni kota dengan konteks lingkungan binaan, menjadikannya landasan penting dalam perancangan kota yang lebih humanis. Penerapan ilmu ini bertujuan memastikan bahwa ruang kota tidak hanya berfungsi secara fisik tetapi juga mendukung kesejahteraan mental penghuninya, mengurangi potensi stres dan kecemasan yang sering timbul di lingkungan padat.

Salah satu manifestasi nyata dari penerapan psikologi dalam desain adalah keberadaan cermin di dalam bilik lift. Elemen reflektif ini berfungsi lebih dari sekadar permukaan dekoratif; ia adalah instrumen psikologis yang dirancang untuk memitigasi ketidaknyamanan penumpang. Cermin menciptakan ilusi perluasan ruang, secara efektif memerangi rasa sesak atau klaustrofobia yang dialami banyak orang dalam kabin terbatas. Selain itu, pantulan visual ini berfungsi sebagai pengalih perhatian strategis, membuat waktu perjalanan terasa berlalu lebih cepat bagi para komuter.

Lebih jauh, cermin lift memiliki fungsi praktis yang berkaitan dengan keamanan dan aksesibilitas. Permukaan reflektif memberikan penumpang pandangan tambahan mengenai lingkungan kabin, termasuk ekspresi dan tindakan penumpang lain, yang dapat mencegah perilaku tidak pantas. Bagi pengguna kursi roda, cermin menawarkan titik pandang ekstra yang krusial untuk manuver yang aman di ruang terbatas, sekaligus memenuhi persyaratan aksesibilitas. Kebutuhan akan ruang pribadi dan kendali atas lingkungan sangat penting bagi kesehatan mental, dan ruang sempit dapat memicu stres serta perasaan tidak berdaya.

Secara terpisah, apresiasi terhadap warisan desain historis kini menyoroti perpaduan antara bentuk dan fungsi yang abadi. Salah satu contohnya adalah pameran yang menampilkan 'Sitzmaschine' (mesin duduk), sebuah kursi ikonik yang diciptakan oleh Josef Hoffmann pada tahun 1905. Karya ini dipamerkan di Ukraina, menegaskan statusnya sebagai artefak desain legendaris. Kursi ini, yang awalnya dirancang untuk Sanatorium Purkersdorf dekat Wina, merupakan salah satu upaya awal Hoffmann dalam menyatukan arsitektur dan perabotannya sebagai sebuah karya seni total atau Gesamtkunstwerk.

Sitzmaschine merupakan perwujudan dari gaya Jugendstil geometris Wina dan prinsip desain fungsionalis awal, yang mengutamakan kesejahteraan pengguna. Kursi ini, yang diproduksi oleh J. & J. Kohn Company, menonjolkan penyederhanaan rasional bentuk dan penyelesaian akhir yang tinggi, merayakan budaya mesin yang kemudian memengaruhi gerakan desain modern seperti Bauhaus. Desainnya yang cerdik, memadukan elemen dekoratif dan struktural melalui kayu bengkok dan kisi-kisi persegi, menunjukkan pengaruh gerakan Arts and Crafts Inggris, khususnya dari kursi Morris. Pameran karya bersejarah seperti ini menegaskan relevansi berkelanjutan dari ikon desain awal abad ke-20 dalam menetapkan standar fungsional dan estetika modern saat ini.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • Puterea.ro

  • Портал "Щоденний Львів"

  • ELEVATE Monitoring

  • Psychology Today

  • The Times of India

  • Barnard College

  • Львівська міська рада

  • Львівська міська рада

  • Унікальний мистецький об'єкт представлять в Україні у межах виставки “Sitzmaschine” - Львівська міська рада

  • Новини - Львівська міська рада

  • Киров. - Азимут

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.