
Foto V. Zelensky - Layanan Pers Presiden Ukraina
Bagikan
Diedit oleh: gaya ❤️ one

Foto V. Zelensky - Layanan Pers Presiden Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis, 29 Januari 2026, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Federasi Rusia mengenai gencatan senjata energi sementara yang berlaku selama periode cuaca dingin ekstrem musim dingin. Kesepakatan ini, yang diklaim Zelensky akan menjamin keamanan infrastruktur vital dan permukiman di Kyiv serta kota-kota Ukraina lainnya dari serangan Rusia, muncul setelah serangkaian upaya diplomatik yang intensif.
Negosiasi yang mengarah pada gencatan senjata ini dilaporkan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada tanggal 23 hingga 24 Januari 2026, dengan melibatkan tim perunding dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat sebagai fasilitator. Pertemuan trilateral ini merupakan langkah penting dalam upaya meredakan eskalasi konflik, terutama mengingat dampak serangan terhadap energi yang sebelumnya telah menyebabkan krisis kemanusiaan, termasuk pemadaman listrik massal di 80% wilayah Ukraina. Zelensky secara terbuka menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas upaya mediasi yang signifikan yang turut memfasilitasi tercapainya konsensus ini.
Kondisi energi Ukraina sendiri telah memaksa pemerintah memberlakukan status darurat energi pada pertengahan Januari 2026, dengan suhu malam hari diperkirakan mencapai minus 30 derajat Celsius dalam gelombang dingin yang akan datang. Zelensky menekankan bahwa implementasi sebenarnya dari jeda serangan akan terbukti dalam beberapa hari ke depan, menunjukkan adanya kehati-hatian inheren terhadap kepatuhan Moskow terhadap komitmen yang dibuat. Peran mediasi Presiden Trump menjadi sorotan utama; ia sebelumnya dilaporkan telah secara pribadi mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menahan diri dari serangan terhadap kota-kota Ukraina selama satu minggu karena kondisi cuaca yang sangat dingin.
Konteks strategis dari gencatan senjata ini mungkin juga terkait dengan analisis intelijen Ukraina, di mana Zelensky menyimpulkan bahwa Rusia kemungkinan sedang mengalami penipisan stok rudal jarak jauh, sebagaimana ditunjukkan oleh pengamatan penggunaan rudal X-101 setelah tanggal 24 Januari. Latar belakang pertemuan di Abu Dhabi juga mencakup usulan Washington untuk menghentikan serangan energi dan kemungkinan penghentian serangan balasan Ukraina terhadap aset Angkatan Laut Rusia. Kehadiran delegasi militer berpangkat tinggi Rusia, yang dipimpin Laksamana Igor Kostyukov, dalam pembicaraan tersebut menunjukkan bahwa isu keamanan tetap menjadi fokus utama selain solusi energi sementara.
Meskipun ada laporan positif dari sumber militer Ukraina mengenai larangan serangan mulai 29 Januari, sikap hati-hati Zelenskyy mencerminkan realitas ketidakpercayaan yang mendalam. Kremlin, melalui Juru Bicara Persnya Dmytro Peskov, memilih untuk tidak memberikan komentar resmi mengenai kesepakatan tersebut, menambah lapisan ketidakpastian pada implementasi gencatan senjata. Secara keseluruhan, kesepakatan gencatan senjata energi sementara ini mewakili jeda kemanusiaan yang krusial selama musim dingin yang mematikan, yang keberhasilannya bergantung pada observasi lapangan yang ketat dalam beberapa hari mendatang.
Deutsche Welle
Русская служба The Moscow Times
телеканал «Красная Линия»
FONTANKA
Zakon.kz
Газета