Scientists demonstrate method for extracting metals from Martian soil - universemagazine.com/en/scientists-…
Transformasi Tanah Mars Menjadi Logam: Lompatan Menuju Kolonisasi Mars
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Konsep mendirikan permukiman di Mars telah lama memikat para ilmuwan dan penggemar antariksa. Salah satu tantangan signifikan dalam upaya ini adalah pengadaan material konstruksi, karena pengangkutannya dari Bumi sangat mahal dan tidak praktis. Sebagai gambaran, pengiriman Rover Perseverance milik NASA, yang memiliki berat satu ton, ke Mars menelan biaya sekitar 243 juta dolar AS. Untuk mengatasi hal ini, para peneliti sedang menjajaki pemanfaatan sumber daya di tempat (in-situ resource utilization/ISRU), yang melibatkan pemanfaatan material lokal Mars.
Kemajuan penting dalam bidang ini adalah produksi logam dari regolith Mars, yaitu tanah permukaan planet tersebut. Pada Agustus 2025, para ilmuwan dari Swinburne University of Technology dan CSIRO berhasil mengekstraksi besi dari simulasi tanah Mars dalam kondisi yang meniru lingkungan Mars. Proses ini, yang melibatkan pemanasan regolith Mars hingga suhu tinggi, memungkinkan oksida kaya besi untuk direduksi dan membentuk logam besi murni. Metode ini tidak hanya menyediakan sarana untuk memproduksi material esensial di Mars tetapi juga mengurangi kebutuhan pengangkutan logam dari Bumi, menjadikan kolonisasi Mars lebih layak.
Perkembangan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan NASA dalam teknologi ISRU. Pada April 2025, program Flight Opportunities NASA menyelenggarakan webinar yang membahas kemajuan teknologi ISRU melalui uji terbang. Panel tersebut menyoroti pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal di benda langit untuk mendukung eksplorasi berkelanjutan, menekankan peran ISRU dalam mengurangi biaya misi dan meningkatkan kemandirian. Webinar ini juga menggarisbawahi bahwa pemanfaatan sumber daya lokal, seperti regolith, sangat penting untuk keberlanjutan eksplorasi di masa depan dan mengurangi biaya peluncuran secara signifikan. Setiap kilogram yang dihemat di permukaan Mars dapat menghemat 8 hingga 10 kilogram di orbit Bumi.
Penelitian yang dilakukan oleh Swinburne University dan CSIRO, yang dipublikasikan pada Agustus 2022, merinci proses ekstraksi logam melalui reduksi karbotermal. Studi ini mengidentifikasi bahwa karbon dioksida (CO2) yang melimpah di atmosfer Mars dapat menjadi sumber karbon yang layak untuk proses ini. Proses ini dapat digabungkan dengan generator oksigen masa depan, yang lebih besar dari eksperimen MOXIE NASA, untuk bersama-sama memproduksi oksigen dan paduan besi. Kemampuan untuk memproduksi logam di Mars merupakan langkah maju yang monumental, memungkinkan pembangunan struktur, perisai radiasi, dan infrastruktur penting lainnya tanpa ketergantungan pada pasokan dari Bumi. Keberhasilan ekstraksi logam dari tanah Mars ini mewakili langkah signifikan menuju pembangunan kehadiran yang mandiri di Mars. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, misi masa depan dapat mengurangi ketergantungan pada material yang dipasok dari Bumi, membuka jalan bagi eksplorasi Planet Merah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sumber-sumber
Phys.org
Phys.org
NASA
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
SpaceX is bringing Dragon home Thursday, February 26 After 185 days docked to the ISS, the CRS-33 spacecraft will undock at 12:05 PM EST, with a splashdown off the California coast expected just before midnight It’s carrying over 4,000 lbs of wild cargo: frozen stem cells for
#Galileo satellites prove Einstein's Relativity Theory to the highest accuracy yet. Details: esa.int/Our_Activities…

